LAPORAN PENELITIAN PERENCANAAN PENDIDIKAN

KOHORT MURID SD NEGERI MERJOSARI II NO. 251 MALANG

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya serta karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil penelitian ini sebagai salah satu tugas mata kuliah perencanaan pendidikan.

Penulis menyadari sepenuhnya, mengingat keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang ada pada panulis, tentu masih jauh dari sempurna sehingga semuanya ini tidak akan memberikan hasil yang memuaskan apabila tidak ada bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak dosen yang telah membimbing penulis, kemudian kepada teman-teman seperjuangan tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih.

Semoga dengan adanya laporan ini bisa bermanfaat bagi kita semua dalam mengembangkan ilmu pengetahuan umum maupun agama.

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam dunia pendidikan arti dan perkembangan perencanaan pendidikan pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan. Perencanan sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan khususnya dalam dunia pendidikan yang merupakan lembaga pencetak generasi muda bangsa. Jika dlaam dunia pendidikan tidak terdapat perencanaan yang nmatang dan berkualitas maka secara langsung out put yang akan dihasilkan sangat dibawah standart dari mutu pendidikan yang sebenarnya.

Sampai hari ini kita tidak dapat mengelak bahwa dunia pendidikan kita masih jauh dari yang diharapkan, disana-sini perlu pembenahan yang harus segera diatur agar tidak menjadi batu hambatan untuk mencetak out put yang berhasil dalam masyarakat.

Untuk itulah perencanaan pendidikan yang matang dan terencana diharapkan mampu mengarahkan semua kegiatan pendidikan pada jalurnya sehingga tujuan dari pendidikan itu bisa tercapai. Dalam laporan ini terdapat perencanaan yang efektif dalam hal administrasi anak-anak didik. Dengan menggunakan kohort, diharapkan jelas tentang data-data anak didik setiap tahunnya sehingga perencanaan pendidikan kedepannya bisa lebih baik untuk mencapai tujuan pendidikan.

Semoga laporan ini dapat berguna bagi kita semua, khususnya dunia pendidikan kita yang masih dibawah standart sebagi pencetak generasi muda bangsa dan negara.

BAB II

PEMBAHASAN

A.         KOHORT

1.         Pengertian

Kohort berasal dari kata romawi yang berarti “kelompok di dalam ketentraman”. Kemudian kohort ini diterapkan dalam kependudukan yang diartikan sebagai “kelompok penduduk yang lahir pada suatu tahun yang sama (kelompok umur yang sama)”. Untuk selanjutnya dibidang pendidikan juga menggunakan istilah kohort yang diartikan sebagai “kelompok murid yang berada pada suatu tingkat yang sama pada suatu tahun tertentu di dalam suatu sistem pendidikan tertentu pula”, misalnya: kelompok murid di kelas 1 sekolah dasar pada tahun 2006 di propinsi Nusa Tenggara Barat di sebut kohort kelas 1 SD tahun 2006.

2.         Bahan Yang Diperlukan Untuk Penyusunan Kohort

  1. Data tentang murid sekolah yang berisi:
    1. Jumlah murid baru yang masuk kelas 1
    2. Jumlah murid per kelas
    3. Jumlah murid yang mengulang pada tiap kelas
    4. Jumlah murid yang lulus/ hasil ujian
  2. Bagan kohort yang terdiri atas:
    1. Kotak segi empat

Berisi jumlah murid menurut kelas pada tahun yang bersangkutan termasuk murid yang mengulang dan naik kelas dari tahun yang sebelumnya serta murid yang baru masuk.

  1. Kotah segi empat yang berhuruf MB
MB

Berisi jumlah murid yang baru masuk kelas 1 pada tahun yang bersangkutan, yang terdiri atas murid yang berasal dari Rumah Tangga dan murid yang berasal dari Taman Kanak-kanak (untuk kohort SD)

  1. Kotak belah ketupat

Berisi jumlah murid yang putus sekolah, keluar atau pindah, pada tahun yang bersangkutan.

  1. Kotak bulat telur

Berisi jumlah murid yang mengulang di kelas yang sama pada tahun berikutnya.

  1. Kotak segi empat bundar

Berisi jumlah murid yang naik kelas  ke satu tingkat lebih tinggi pada tahun berikutnya.

  1. Kota persegi panjang

Berisi jumlah murid yang lulus atau tamat belajar pada akhir tahun ajaran.

3.         Petunjuk Pengisian

Pengisian kohort yang dibicarakan ini khusus mengenai SD sedangkan untuk SLTP dan SLTA sama saja, hanya berbeda tingkat kelasnya.

  1. Pemindahan data (murid baru, jumlah murid perkelas, murid yang mengulang dan murid yang lulus (taman belajar) ke dalam kotak kohort.
  2. Jumlah murid perkelas

pindahkan ke dalam kotak segi empat menurut kelasnya pertahun dengan mengambil dari data laporan statistik pendidikan pertahun yang bersangkutan.

  1. Murid Baru

Pindahkan ke dalam kotak segi empat yang berhuruf MB dengan jalan mengambil dari data laporan statistik tahun yang bersangkutan yang terdiri dari jumlah murid yang berasal dari Rumah Tangga ditambah dengan murid yang berasal dari Taman Kanak-kanak.

  1. Murid yang mengulang

Untuk memindahkan jumlah murid yang mengulang kelas ke dalam kotak bulat telur. Perlu diingat bahwa jumlah murid yang mengulang kelas menurut laporan statistik pendidikan Tahunan adalah kelompok murid yang berasal dari kelas yang sama pada tahun yang sebelumnya. Dengan demikian apabila data data murid yang mengulang kelas dipindahkan dari laporan tersebut untuk salah satu tahun, data tersebut harus dimasukkan pada “kotak bulat telur” yang berada diatas kotak segi empat.

  1. Murid yang lulus atau tamat belajar

Pindahan jumlah murid yang lulus atau tamat belajar ke dalam kotak persegi panjang (paling kanan) untuk ytahun yang bersangkutan.

  1. Perhitungan jumlah murid yang naik kelas dan murid yang putus sekolah. Untuk perhitungan ini ada dua macam perhitungan yang berdasarkan pada dua kelompok data. Lihat bagan kecil berikut:

KELAS I                            KELAS II

X
  1. Perhitungan yang naik kelas dari kelas yang lebih rendah satu tingkat di bawahnua ke kelas satu tingkat lebih tinggi pada tahun berikutnya (B) caranya (lihat bagan I yang dibatasi oleh garis putus-putus pada bagian kecil diatas). Cara untuk mnghitung jumlah murid yang naik kelas pada suatu tahun adalah sebagai berikut:
B  =   X  –  Y

Jumlah murid di kelas satu tingkat lebih tinggi pada tahun berikutnya (X) dikurangi jumlah murid yang mengulang di kelas satu tingkat lebih tinggi itu untuk tahun beriktunya (Y). hasil ini diisikan pada kotak (B)

jadi rumusnya:

Catatan:

Perhitungan ini mengesampingkan jumlah murid baru yang masuk diluar sistem ke kelas tersebut

  1. Perhitungan murid putus sekolah pada tahun yang bersangkutan (D)

Caranya (lihat bagan II yang dibatasi oleh garis titik-titik pada bagan kecil di atas).

Mendapatkan murid yang putus sekolah, keluar atau pindah (D), dengan cara: jumlah murid yang naik kelas (B) ditambah dengan jumlah murid yang mengulang pada tingkat kelas yang sama (C). kemudian hasil penjumlahan ini ( B + C ) dipakai untuk mengurangi jumlah murid pada kelas yang bersangkutan (A)

D  =  A  –  (  B  +  C  )

Jadi rumusnya:

hasilnya isikan pada kotak belah ketupat pada tahun yang bersangkutan.

4.         Perhitungan Koefisien-Koefisien

Koefisien adalah angka pecahan yang merupakan seperberapa bagian dari suatu kesatuan jumlah. Pada kohort murid selalu kesatuan jumlah ini adalah jumlah murid seluruhnya perkelas. Kesatuan jumlah tersebut dapat dibagi atas tiga kelompok, yaitu:

  1. Kelompok yang mengulang kelas,
  2. Kelompok yang naik kelas,
  3. Kelompok yang putus sekolah.

Sebetulnya masih ada satu kelompok lagi yaitu kelompok yang pindah sekolah, yaitu selisih dari yang keluar dan yang masuk; akan tetapi dalam system pendidikan perdaerah yang agak luas (kabupaten atau propinsi) biasanya bisa diasumsikan pindahan tersebut hampir tidak ada. Dalam perhitungan tiga macam koefisien yang berikut di bawah ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Untuk menuliskan koefisien atau fraksinya digunakan dengan tanda titik (. 12) bukan tanda koma (0,12) sehingga nol (0) di depan koma tidak usah dituliskan.
  2. Koefisien jumlah murid seluruhnya pada suatu kelas (kotak segi empat) selalu 1.00 (satu .) Dengan demikian apabila ada tiga koefisien yang lain dijumlahkan harus selalu berjumlah 1.00. (satu).
  3. Koefisien masing-masing dapat pula dijadikan prosentase di dalam perhitungan biasa, khususnya bilamana diterangkan kepada orang yang belum tahu tentang kohort.
  4. pada bagan kohort koefisien dituliskan di atas masing-masing kotak yang bersangkutan.
  5. penulisan koefisiensi dengan ketentuan dibulatkan menjadi dua atau tiga angka di belakang tanda titik. Pembulatan di lakukan ke atas 5 keatas, sedang angka 4 kebawah dihilangkan contoh: .2135 menjadi .214 (kalau tiga angka) sedangkan menjadi .21 (kalau dua angka).

Dalam bahan berikutnya bulatan dipakai dua angka dibelakang tanda titik untuk menyederhanakan keterangan dan menghindarkan kelebihan yang tidak wajar sesuai dengan kekurangan-kekurangan yang ada didata murni terhadap keadaan murid. Cara menghitung koefisien masing-masing adalah sebagai berikut:

  1. Menghitung koefisien murid yang naik kelas, yaitu murid yang naik kelas itu seperberapanya dari jumlah murid yang ada dalam kelas yang bersangkutan.

B

A

Rumusnya:                         Lihat bagan II yang dibatasi oleh garis titik-titik pada nomor 2 diatas.

  1. Menghitung koefisien murid yang mengulang, yaitu jumlah murid yang mengulang kelas pada tahun berikutnya itu seperberapa bagian dari jumlah murid yang ada dalam kelas yang bersangkutan.

Rumusnya:                         lihat bagan II yang dibatasi oleh garis titik-titik pada nomor 2 diatas.

  1. Menghitung koefisien murid yang putus sekolah. Untuk menghitung koefisien ini mudah saja, yaitu koefisien jumlah murid pada suatu kelas dikurangi dengan koefisien yang naik kelas dikurangi lagi dengan koefisien yang mengulang.

rumusnya:              D   =     1   –     (  B   +   C   )

A                           A            A

(Lihat bagan II yang dibatasi oleh garis titik-titik pada nomor 2 diatas.)

Catatan:

Koefisien murid yang putus sekolah itu bisa menjadi minus (-) disebabkan adanya 2 kemungkinan:

  1. Data yang dipakai usul menghitung D itu salah
  2. Pindahan murid yang masuk sistem diluar itu.

Dalam perhitungan D untuk tingkat daerah kabupaten atau propinsi di indonesia, kesalahn data itu paling mungkin dialami oleh karena perpindahan murid antar daerah propinsi dan tingkat kabupaten itu sedikit.

BAB III

DATA HASIL PENELITIAN

Dari hasil penelitian yang kami laksanakan di SD Negeri Merjosari II No. 251 kecamatan Lowokwaru kami memperoleh beberapa data tentang anak-anak didik, sebagai beriktu:

DATA SISWA SDN MERJOSARI II NO.251 LOWOKWARU TAHUN PELAJARAN 2000-2001

Kelas Siswa masuk Siswa naik kelas Siswa tinggal kelas Siswa drop/cuti
I 47 42 5
II 27 26 1
III 35 33 2
IV 37 35 2
V 36 36
VI 36 36 LULUS

Dari data diatas jumlah murid yang masuk terdapat 47 orang kemudian yang tinggal kelas 5 orang. Dari 5 orang tersebut ada yang tetap melanjutkan disekolah tersebtu tetapi ada juga yang pindah ke sekolah yang lainnya.

DATA SISWA SDN MERJOSARI II NO.251 LOWOKWARU TAHUN PELAJARAN 2001-2002

Kelas Siswa masuk Siswa naik kelas Siswa tinggal kelas Siswa drop/cuti
I 41 41
II 45 39 6
III 30 29 1
IV 36 35 1
V 35 35
VI 35 35 LULUS

Gambar 1.2

Dari data 1.2 yang tidak naik kelas terdapat dikelas II. Yaitu ada 6 orang siswa dabn seperti tahun sebelumnya mereka ada yang tetap melanjutkan disekolah tersebtu tetapi ada juga yang pindah.

DATA SISWA SDN MERJOSARI II NO.251 LOWOKWARU TAHUN PELAJARAN 2002-2003

Kelas Siswa masuk Siswa naik kelas Siswa tinggal kelas Siswa drop/cuti
I 46 43 3
II 43 42 1
III 42 39 3
IV 24 22 2
V 36 30 6
VI 30 30 LULUS

Gambar 1.3

Dari data diatas terlihat dikelas V jumlah siswa yang tidak naik kelas 6 orang. Dan pada kelas tiga terdapat 3 orang yang tidak naik kelas.

DATA SISWA SDN MERJOSARI II NO.251 LOWOKWARU TAHUN PELAJARAN 2003-2004

Kelas Siswa masuk Siswa naik kelas Siswa tinggal kelas Siswa drop/cuti
I 42 40 2
II 37 36 1
III 50 50
IV 41 41
V 27 27
VI 27 27 LULUS

Gambar 1.4

Pada tahun 2003 jumlah siswa yang tidak naik kelas relatif sedikit. Di kelas I terdapat 2 orang dan di kelas II sejumlah 1 orang.

DATA SISWA SDN MERJOSARI II NO.251 LOWOKWARU TAHUN PELAJARAN 2004-2005

Kelas Siswa masuk Siswa naik kelas Siswa tinggal kelas Siswa drop/Pindah
I 50 47 3
II 38 36 2
III 52 47 4 1
IV 50 48 2
V 44 42 2
VI 42 42 LULUS

Gambar 1.5

Dari data diatas jumlah siswa yang tinggal kelas terbanyak terdapat dikelas III sejumlah 4 orang, serta 1 orang yang drop.

KOEFISISEN KOHORT TAHUN 2000-2001

Kelas Koefisien yang naik kelas Koefisien yang melanjutkan
I 89 1 X .89 = 89
II 96 89 X .96 = 85
III 94 85 X .94 = 78
IV 95 78 X .95 = 74
V 100 74 X .100 = 74
VI 100 74 X .100 = 74

Gambar 2.1

KOEFISISEN KOHORT TAHUN 2001-2002

Kelas Koefisien yang naik kelas Koefisien yang melanjutkan
I 100 1 X .100 = 100
II 86 100 X .86 = 86
III 97 86 X .86 = 74
IV 97 74 X .97 = 72
V 100 72 X .100 = 72
VI 100 72 X .100 = 72

Gambar 2.2

KOEFISISEN KOHORT TAHUN 2002-2003

Kelas Koefisien yang naik kelas Koefisien yang melanjutkan
I 93 1 X .93 = 93
II 98 93 X .98 = 91
III 93 91 X .93 = 85
IV 92 85 X .92 = 78
V 83 78 X .83 = 65
VI 100 65 X .100 = 65

Gambar 2.3

KOEFISISEN KOHORT TAHUN 2003-2004

Kelas Koefisien yang naik kelas Koefisien yang melanjutkan
I 95 1 X .95 = 95
II 97 95 X .97 = 92
III 100 92 X .100 = 92
IV 100 92 X .100 = 92
V 100 92 X .100 = 92
VI 100 92 X .100 = 92

Gambar 2.4

KOEFISISEN KOHORT TAHUN 20004-2005

Kelas Koefisien yang naik kelas Koefisien yang melanjutkan
I 94 1 X .94 = 94
II 95 94 X .95 = 89
III 90 89 X .90 = 80
IV 96 80 X .96 = 77
V 95 77 X .95 = 73
VI 95 73 X .95 = 69

Gambar 2.5

BAB IV

KESIMPULAN

Dari semua data diatas agar lebih mudah dalam menganallisanya kita dapat menggunakan sistem kohort. Dengan kohort data-data tersebut bisa dimasukkan dalam kolom-kolom yang ada sesuai dengan katagorinya dari kelas I samapi dengan kelas VI. Dengan begitu kita dengan mudah dapat melihat siswa yang masuk, naik kelas, tinggal kelas, dan drop. Kemudian kita dapat melakuakn sebuah perencanaan pendidikan dalam melihat kondisi anak didik yang tinggal kelas.

Kohort ini telah terbukti dapat mempercepat kita dalam administrasi anak didik. Tanpa melihat arsif yang lama kohort dapat kita tempelkan di dinding sehingga orang mudah untuk melihat kondisis anak didik disekolah tersebut.sebagai contoh kohort data data siswa SDN Merjosari II no.251 lowokwaru sebagaimana terlampir.

Demikian analisis yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat bagi kita dalam mengembangkan dunia pendidikan indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Djumberansyah, Perencanaan Pendidikan Strategi Dan Implementasinya. Surabaya: Karya Abditama, 1995.

KETERANGAN:

  1. 5       Orang tidak naik kelas dan pindah sekolah
  2. 2       Orang murid pindahan
  3. 2       Orang murid pindahan
  4. 1       Orang murid pindahan
  5. 6       Orang tidak naik kelas dan 4 orang pindah sekolah
  6. 3       Orang murid pindahan
  7. 2       Orang murid pindah sekolah
  8. 1       Orang murid pindahan
  9. 5       Orang murid pindahan
  10. 5       Orang murid pindahan
  11. 1       Orang murid pindahan
  12. 16      Orang murid pindahan
  13. 3       Orang murid pindahan
  14. 15      Orang murid pindahan