Latest Entries »

MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS XI SMK 2015


Dunia pendidikan tidak henti-hentinya memberikan tantangan bagi setiap insan yang ingin menggalinya. banyak terobosan-terobosan yang telah dilakukan para ahli untuk memberikan kenyamanan dalam menuntut ilmu seperti media pembelajaran yang mudah, belajar menyenangkan dengan alat elektronik, tampilan-tampilan yang untuk dalam power point, dan lain sebagainya. tidak terkecuali penyediaan materi belajar yang mudah dipahami oleh siswa. bisa diakses dengan mudah dan lebih cepat terserap oleh para siswa.

Berikut ini adalah materi Pendidikan Agama Islam untuk Kelas XI SMK yang sudah disertai dengan penilaian lengkap sebagai bahan untuk melakukan evaluasi kepada anak didik. mudah-mudahan dengan adanya bahan materi ini para guru PAI dapat dengan mudah dalam melaksanakan tugas.

Bagi teman-teman yang ingin mendownload materi ini silahkan mengklik langsung pada materi dibawah ini:

Klik disini:

MATERI PAI KELAS XI SMK 2015 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pesatnya perkembangan lingkungan lokal, regional, dan internasional saat ini berimplikasi terhadap penanganan penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan yang ada. Berkaitan dengan perkembangan tersebut, kebutuhan untuk memenuhi tuntutan meningkatkan mutu pendidikan sangat mendesak terutama dengan ketatnya kompetitif antar bangsa di dunia dalam saaat ini. Sehubungan dengan hal ini, paling sedikit ada tiga fokus utama yang perlu diatasi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, yaitu: (i) upaya peningkatan mutu pendidikan; (ii) relevansi yang tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, dan (iii) tata kelola pendidikan yang kuat.

Depdiknas menempatkan ketiga hal tersebut dalam rencana strategis pembangunan pendidikan nasional tahun 2004-2009, namun disadari bahwa ketiganya tetap mendesak dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional pada waktu yang akan datang.

Tantangan pendidikan nasional yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dari waktu kewaktu meliputi empat hal, yaitu peningkatan: (1) pemerataan kesempatan, (2) kualitas, (3) efisiensi, dan (4) relevansi. Pengenalan pendidikan kecakapan hidup (life skill education) pada semua jenis dan jenjang pendidikan pada dasarnya didorong oleh anggapan bahwa relevansi antara pendidikan dengan kehidupan nyata kurang erat.

Kesenjangan antara keduanya dianggap lebar, baik dalam kuantitas maupun kualitas. Pendidikan makin terisolasi dari kehidupan nyata sehinggu, tamatan pendidikan dari berbagai jenis dan jenjang pendidikan dianggap kurang siap menghadapi kehidupan nyata. Suatu pendidikan dikatakan relevan dengan kehidupan nyata jika pendidikan tersebut sesuai dengan kehidupan nyata. Namun, pertanyaannya adalah kehidupan nyata yang mana? Sementara itu, kehidupan nyata sangat luas dimensi dan ragamnya, misalnya ada kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, kehidupan masyarakat, dan kehidupan bangsa. Kalau mengacu pada Garis-garis Besar Haluan Negara tahun 1998 dan Undang-Undang No.2, Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN), kehidupan nyata itu menyangkut kehidupan peserta didik, kehidupan keluarga, dan kehidupan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan subsector (pertanian, industri, jasa, dsb.).

Pendidikan sekolah (PS) dan pendidikan luar sekolah (PLS) diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas daya pikir, daya kalbu dan daya fisik peserta didik sehingga yang bersangkutan memiliki lebih banyak pilihan dalam kehidupan, baik pilihan kesempatan untuk melanjutkan pndidikan yang lebih tinggi, pilihan kesempatan untuk bekerja maupun pilihan untuk mengembangkan dirinya. Untuk menecapai tujuan tersebut, PS dan PLS perlu memberikan bekal dasar kemampuan kesanggupan dan ketrampilan kepada peserta didik agar mereka siap menghadapi berbagai kehidupan nyata. Telah banyak upaya yang dilakukan dalam memberikan bekal dasar kecakapan hidup, baik melalui pendidikan di keluarga, di sekolah, maupun di masyarakat.

Mengingat peserta didik PS dan PLS berada dalam kehidupan nyata, maka salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mendekatkan pendidikan (kegiatan belajar mengajar) dengan kehidupan nyata yang memiliki nilai-nilai preservative dan progresif sekaligus melalui pengintensifan dan pengefektifan pendidikan kecakapan hidup. Istilah pengintensifan dan pengefekktifan perlu digaris bawahi agar tidak salah persepsi bahwa selama ini tidak diajarkan kecakapan hidup sama sekali dan yang diajarkan adalah kecakapan untuk mati. Kecakapan hidup sudah diajarkan, akan tetapi perlu peningkatan intensitas dan efektivitasnya, sehingga PS dan PLS dapat menghasilkan tamatan yang mampu, sanggup, dan terampil terjun dalam kehidupan nyata nantinya. UUSPN telah mengamantkan pendidikan kecakapan hidup, yang bunyinya: “Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesiaseutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarkatan dan kebangsaan“. Jadi, pendidikan kecakapan hidup bukanlah sesuatu yang baru dan karenanya juga bukan topik yang orisinil. Yang benar-benar baru adalah bahwa kita mulai sadar dan berpikir bahwa relevansi antara pendidikan dengan kehidupan nyata perlu ditingkatkan intensitas dan efektivitasnya.

Karena latar belakang tersebut penulis mencoba mengambil tema dala makalah ini adalah Inovasi Pendidikan Islam berbasis Kecakapan Hidup (Life Skill).

1.2 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah pada makalah ini adalah:

  1. Apa Pengertian inovasi pendidikan Islam?
  2. Apa Pengertian Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill) ?
  3. Bagaimana Implementasi Pendidikan Islam Berbasis Kecakapan Hidup (Life Skill)

1. 3 Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini adalah:

  1. Untuk mengetahui apa pengertian inovasi pendidikan Islam?
  2. Untuk mengetahui apa pengertian pendidikan kecakapan hidup (life skill) ?
  1. Untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan islam berbasis kecakapan hidup (life skill)

BAB II

PEMBAHASAN

 2.1. Pengertian Inovasi Pendidikan Islam

2.1.1 Pengertian Inovasi pendidikan Islam

Inovasi berasal dari kata latin, innovation yang berarti pembaharuan dan perbuahan. Inovasi ialah suatu perubahan yang baru yang menuju ke arah perbaikan yang lain atau berbeda dari yang sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan bererncana (tidak secara kebetulan saja).
Ibrahim (1988) mengemukakan bahwa inovsi oendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi hasil seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inverse (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memcahkan masalah pendidikan.
Demikian pula Ansyar, Nurtain (1991) mengemukakan inovasi adalah gagasan, perbuatan, atau suatu yang baru dalam konteks social tertentu untuk menjawab masalah yang dihadapi.[1]

Selanjutnya dijelaskan bahwa sesuatu yang baru itu mungkin sudah lama dikenal pada konteks sosial lain atau sesuatu itu sudah lama dikenal, tetapi belum dilakukan perubahan. Dengan demikian, daat disimpulkan bahwa inovasi adalah perubahan, tetapi tidak semua perubahan adalah inovasi.

Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetap ijuga di segala bidang termasuk bidang pendidikan.pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal.
Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.

2.1.2 Tujuan inovasi

Menurut Santoso (1974), tujuan utama inovasi adalah, yakni meningkatkan sumber-sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi.

Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas: sarana serta jumlah pendidikan sebesar-besarnya (menurut criteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunana), dengan menggunakan sumber, tenga, uang, alat, dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya.

Tahap demi tahap arah tujuan inovasi pendidikan Indonesia:

  1. Mengajar ketinggalan-ketinggala yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajara dengan kemjuan tersebut
  2. Mengusahakan terselenggaranya pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi setiap warga Negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi.[2]
  • Pendidikan Kecakapan Hidup ( Life Skill)
  1. Pengertian Pendidikan Kecakapan Hidup ( Life Skill)

Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan yang memberi bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan sehari-hari agar yang bersangkutan mampu, sanggup, dan terampil dalam menjalankan kehidupannya yaitu dapat menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya.

Dengan cara ini, pendidikan akan lebih realistis, lebih kontekstual, tidak akan mencabut peserta didik dari akarnya, sehingga pendidikan akan lebih bermakna bagi peserta didik dan akan tumbuh subur. Seseoarang dikatakan memiliki kecakapan hidup apabila yang bersangkutan mampu, sanggup, dan terampil dalam menjalankan kehidupan dengan nikmat dan bahagia. Kehidupan yang dimaksud meliputi kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, kehidupan tetangga, kehidupan masyarakat, kehidupan perusahaan, kehidupan bangsa, dan kehidupan-kehidupan yang lainnya.

Ciri kehidupan adalah perubahan, dan perubahan selalu menuntut kecakapan-kecakapan untuk menghadapinya.[3] UUSPN telah mengamanatkan pendidikan kecakapan hidup, sebagai bagian yang menjadi tujuan Pendidikan Nasional yang berbunyi:

“Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.[4]

  1. Jenis-jenis Pendidikan Kecakapan Hidup (life skills)

Kecakapan hidup dapat dipilah menjadi dua jenis utama, yaitu : kecakapan hidup yang bersifat generik (generic life skill/GLS) yang terbagi atas kecakapan personal (personal skill) dan kecakapan sosial (social skill) sedangkan kecakapan hidup yang bersifat khusus (specific life skill/SLS) mencakup kecakapan akademik (academic skill) dan kecakapan vokasional (vocational skill).

Jenis kecakapan hidup di atas untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar skema kecakapan hidup berikut;

Gambar 1. Skema terinci kecakapan hidup (life skills).

  1. Kecakapan hidup yang bersifat generik (generic life skill/GLS),

Kecakapan Hidup yang bersifat Generik ini mencakup dua Kecakapan, yaitu:

  1. Kecakapan personal (personal skill),

adalah kecakapan yang diperlukan bagi seseorang untuk mengenal dirinya secara utuh. Kecakapan ini mencakup kecakapan akan kesadaran diri atau memahami diri (self awareness) dan kecakapan berfikir (thinking skill).

Menurut depdiknas bahwa kecakapan kesadaran diri itu pada dasarnya merupakan penghayatan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, anggota masyarakat dan Warga Negara, serta menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang diimilikinya, sekaligus menjadikannya sebagai modal dalam meningkatkan dirinya sebagai individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.[5]

Kecakapan kesaadaran diri tersebut dapat dijabarkan menjadi: kesadaran diri sebagai hamba Tuhan, makhluk sosial, serta makhluk lingkungan, dan kesadaran akan potensi yang dikaruniakan oleh Tuhan, baik fisik maupun psikologik. Kemudian kecakapan berfikir rasional (thingking skill) adalah kecakapan yang diperlukan dalam pengembangan potensi berfikir. Kecakapan ini mencakup antara lain kecakapan menggali dan menemukan informasi, kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan serta kecakapan memecahkan masalah secara kreatif.[6]

  1. Kecakapan sosial (social skill)

Kecakapan sosial dapat dipilah menjadi dua jenis utama, yaitu :

Kecakapan berkomunikasi. Dalam hal ini diperlukan kemampuan bagaimana memilih kata dan cara menyampaikan agar mudah dimengerti oleh lawan bicaranya. Karena komunikasi secara lisan adalah sangat penting, maka perlu ditumbuhkembangkan sejak dini kepada peserta didik. Lain halnya dengan komunikasi secara tertulis. Dalam hal ini diperlukan kecakapan bagaimana cara menyampaikan pesan secara tertulis dengan pilihan kalimat, kata-kata, tata bahasa, dan aturan lainnya agar mudah dipahami orang atau pembaca lain.

Kecakapan bekerjasama. Kemampuan bekerjasama perlu dikembangkan agar peserta didik terbiasa memecahkan masalah yang sifatnya agak kompleks.[7]

Dalam tahapan lebih tinggi, kecakapan menyampaikan gagasan juga mencakup kemampuan meyakinkan orang lain. Menyampaikan gagasan, baik secara lisan maupun tertulis, juga memerlukan keberanian. Keberanian seperti itu banyak dipengaruhi oleh keyakinan diri dalam aspek kesadaran diri. Oleh karena itu, perpaduan antara keyakinan diri dan kemampuan berkomunikasi akan menjadi modal berharga bagi seseorang

Untuk berkomunikasi dengan orang lain. Di dalam al Qur’an pun ternyata Allah SWT telah memuat ayat-ayat tentang komunikasi. Beberapa ayat dalam al Qur’an yang mengatur tentang komunikasi adalah:

Ÿwqà)sù ¼çms9 Zwöqs% $YYÍh‹©9 ¼ã&©#yè©9 ㍩.x‹tFtƒ ÷rr& 4Óy´øƒs† ÇÍÍÈ

Artinya: “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (Q.S. At Thoha: 44)[8]

Kecakapan kerjasama tidak hanya antar teman kerja yang “setingkat” tetapi juga dengan atasan dan bawahan. Dengan rekan kerja yang setingkat, kecakapan kerjasama akan menjadikan seseorang sebagai teman kerja yang terpercaya dan menyenangkan. Dengan atasan, kecakapan kerjasama akan menjadikan seseorang sebagai staf yang terpercaya, sedangkan dengan bawahan akan menjadikan seseorang sebagai pimpinan tim kerja yang berempati kepada bawahan.

Kemampuan kerjasama perlu dikembangkan agar peserta didik terbiasa memecahkan masalah yang sifatnya agak komplek. Kerjasama yang dimaksudkan adalah bekerjasama adanya saling pengertian dan membantu antar sesama untuk mencapai tujuan yang baik, hal ini agar peserta didik terbiasa dan dapat membangun semangat komunitas yang harmonis. Sebagai mahluk sosial, manusia merupakan bagian dari masyarakat yang selalu membutuhkan keterlibatan menjalin hubungan dengan sesamanya, hal ini disebut dengan silaturrahmi.

$pkš‰r’¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qà)®?$# ãNä3­/u‘ “Ï%©!$# /ä3s)n=s{ `ÏiB <§øÿ¯R ;oy‰Ïnºur t,n=yzur $pk÷]ÏB $ygy_÷ry— £]t/ur $uKåk÷]ÏB Zw%y`͑ #ZŽÏWx. [ä!$|¡ÎSur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# “Ï%©!$# tbqä9uä!$|¡s? ¾ÏmÎ/ tP%tnö‘F{$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# tb%x. öNä3ø‹n=tæ $Y6ŠÏ%u‘ ÇÊÈ

Artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Q.S. An Nisa’: 1)[9]

  1. Kecakapan Hidup Spesifik (specifik life skill)

yaitu kecakapan untuk menghadapi pekerjaan atau keadaan tertentu, yang mencakup;

  1. Kecakapan akademik (academic skill) atau kecakapan intelektual

Kecakapan akademik yang seringkali juga disebut kecakapan intelektual atau kemampuan berpikir ilmiah pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecakapan berpikir pada General Life Skills (GLS). Jika kecakapan berpikir pada GLS masih bersifat umum, kecakapan akademik sudah lebih mengarah kepada kegiatan yang bersifat akademik/keilmuan. Hal itu didasarkan pada pemikiran bahwa bidang pekerjaan yang ditangani memang lebih memerlukan kecakapan berpikir ilmiah. Kecakapan akademik mencakup antara lain kecakapan melalui identifikasi variabel dan menjelaskan hubungannya pada suatu fenomena tertentu, merumuskan hipotesis terhadap suatu rangkaian kejadian, serta merancang dan melaksanakan penelitian untuk membuktikan suatu gagasan atau keingintahuan.

Sebagai kecakapan hidup yang spesifik, kecakapan akademik penting bagi orang-orang yang akan menekuni pekerjaan yang menekankan pada kecakapan berpikir. Oleh karena itu kecakapan akademik lebih cocok untuk jenjang SMA dan program akademik di universitas. Namun perlu diingat, para ahli meramalkan di masa depan akan semakin banyak orang yang bekerja dengan profesi yang terkait dengan mind worker dan bagi mereka itu belajar melalui penelitian menjadi kebutuhan seharihari. Tentu riset dalam arti luas, sesuai dengan bidangnya. Pengembangan kecakapan akademik yang disebutkan di atas, tentu disesuaikan dengan tingkat berpikir siswa dan jenjang pendidikan.

  1. Kecakapan Vokasional (Vocational skill).

Kecakapan Vokasional adalah keterampilan yang dikaitkan dengan berbagai bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat. Kecakapan vokasional mencakup kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill). Kecakapan vokasional mempunyai dua bagian, yaitu: kecakapan vokasional dasar dan kecakapan vokasional khusus yang sudah terkait dengan bidang pekerjaan tertentu.

Kecakapan dasar vokasional mencakup antara melakukan gerak dasar, menggunakan alat sederhana diperlukan bagi semua orang yang menekuni pekerjaan manual (misalnya palu, obeng dan tang), dan kecakapan membaca gambar sederhana. Disamping itu, kecakapan vokasional dasar mencakup aspek sikap taat asas, presisi, akurasi dan tepat waktu yang mengarah pada perilaku produktif. Kecakapan vokasional khusus, hanya diperlukan bagi mereka yang akan menekuni pekerjaan yang sesuai. Misalnya menservis mobil bagi yang menekuni, pekerjaan di bidang tata  boga, dan sebagainya. Namun demikian, sebenarnya terdapat satu prinsip dasar dalam kecakapan vokasional, yaitu menghasilkan barang atau menghasilkan jasa.[10]

Kecakapan akademik dan kecakapan vokasional sebenarnya hanyalah penekanan. Bidang pekerjaan yang menekankan ketrampilan manual, dalam batas tertentu juga memerlukan kecakapan akademik. Demikian sebaliknya, bidang pekerjaan yang menekankan kecakapan akademik, dalam batas tertentu juga memerlukan kecakapan vokasional. Jadi diantara jenis kecakapan hidup adalah saling berhubungan diantara kecakapan yang satu dengan kecakapan yang lainnya. Slamet membagi life skills menjadi dua bagian yaitu: kecakapan dasar dan kecakapan instrumentasi. Slamet selanjutnya membagi kecakapan dasar atas delapan kelompok, yaitu:

  1. Kecakapan belajar terus menerus;
  2. Kecakapan membaca, menulis, dan menghitung;
  3. Kecakapan berkomunikasi: lisan, tergambar, dan mendengar;
  4. Kecakapan berfikir;
  5. Kecakapan qolbu: iman (spiritual), rasa dan emosi;
  6. Kecakapan mengelola kesehatan;
  7. Kecakapan merumuskan keinginan dan upaya-upaya mencapainya;
  8. Kecakapan berkeluarga dan sosial.

Sedangkan untuk kecakapan instrumental selanjutnya Slamet membagi menjadi sepuluh kecakapan sebagai berikut:

  1. Kecakapan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan;
  2. Kecakapan mengelola sumber daya;
  3. Kecakapan bekerja sama dengan orang lain;
  4. Kecakapan memanfaatkan informasi;
  5. Kecakapan menggunakan sistem kehidupan;
  6. Kecakapan berwirausaha;
  7. Kecakapan kejuruan, termasuk olah raga dan seni;
  8. Kecakapan memilih, menyiapkan dan mengembangkan karir;
  9. Kecakapan menjaga harmoni dengan lingkungan;
  10. Kecakapan menyatukan bangsa berdasarkan nilai-nilai pancasila.[11]

Berdasarkan jenis-jenis kecakapan hidup di atas, pada dasarnya diantara penjelasan para ahli yang satu dengan yang lainnya pada hakikatnya mempunyai kesamaan, sehingga beberapa jenis kecakapan hidup sudah termasuk dalam satu kecakapan. Pembagian kecakapan hidup oleh depdiknas dianggap sudah mewakili dari beberapa pembagian para ahli, yang menyatakan bahwa kecakapan hidup (life skills) ada empat aspek yakni kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional.

 

  1. Tujuan Pendidikan Kecakapan Hidup

Unesco ( 2008 ). Berdasarkan hasil laporan dari pertemuan akhli pendidikan menengah yang diadakan di Peking tahun 2001, merekomendsikan bahwa pendidikan di abad ke-21  perlu adanya keseimbangan antara pengembangan keterampilan dan pendidikan akademis , yang mencakup teknis dan pendidikan kejuruan ditingkat pendidikan menengah. Hal ini perlu dilakukan mengingat pada abad ke 21 terjadi perubahan yang sangat cepat   yang memunculkan tantangan yang lebih komplek dan meningkat dari  lingkungan.[12]

Hal ini bagi generasi muda menimbulkan ketidakpastian dalam hidup mereka bagaimana menghadapi masa depan yang tidak pasti, mengasumsikan kedewasaan maupun dalam memasuki dunia kerja.

Dari laporan di atas terlihat bahwa tujuan dari pendidikan kecakapan hidup adalah untuk membantu generasi muda didalam menghadapi perubahan yang sangat cepat sehingga mereka mampu untuk menyesuaikan diri dari perubahan tersebut melalui pendidikan keterampilan . Hal ini sejalan dengan rekomendasi dari Develovment Basic Education ( Puskur : 2007 ) Kecakapan hidup adalah berbagai jenis ketrampilan yang memampukan remaja-remaja menjadi anggota masyarakat yang aktif, produktif dan tangguh.

Depdiknas ( 2006 ) membagi tujuan pendidikan kecakapan hidup ini menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum kecakapan hidup  bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai fitrahnya , yaitu mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi perannya dimasa yang akan datang. Sedangkan secara khusus adalah :

  1. Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problem yang dihadapi,
  2. Memberikan wawasan yang luas dalam pengembangan karir peserta didik. Ketiga, memberikan bekal dengan latihan dasar  tentang nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
  3. Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual dan yang.
  4. Mengoptimalkan pemamfaatan suberdaya di lingkungan sekolah , dengan memberi peluang pemamfaatan sumberdaya  yang ada di masyarakat dengan prinsif manajement berbasis sekolah.[13]

Tujuan di atas, diharapkan akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu  seperti yang diungkapkan oleh  UNESCO (2008) diantaranya, yaitu :

  1. Kebutuhan akan ketrampilan ,kemampuan dan wewenang sosial antar budaya yang mencakup tingkah laku, tanggung jawab, dan toleransi .
  2. Kebutuhan untuk belajar bagaimana cara belajar, untuk menjelajahi dari satu pengetahuan ke pengetahuan lainnya dan dari satu satuan ketrampilan ke lainnya dengan perasaan
  3. Kebutuhan akan kemampuan komunikasi yang kritis, analitis, fleksibel dan kreatif
  4. Kebutuhan untuk memperoleh tugas pengembangan yang mendukung, pada kemampuan menghadapi masalah dan tuntutan dalam perubahan ketrampilan dalam hubungan dengan perubahan  ekonomi
  5. Kebutuhan untuk menyesuaikan kepada perubahan permintaan ekonomi yang berkembang dari  industri dan jasa layanan  ke arah, teknologi tinggi
  6. Kebutuhan untuk menguasai atau belajar ketrampilan baru, seperti kemampuan beradaptasi dan memecahkan masalah , daya saing. Disamping ketrampilan hidup memprakarsai dan memotivasi jiwa kewiraswastaan.
  7. Kebutuhan untuk mengimbangi permintaan pola pekerjaan baru yang memerlukan kemampuan; menyesuaikan ke perubahan, berpikir kreatif dan inovatif serta bisa menggunakan teknologi baru dan
  8. Kebutuhan individu untuk dapat menyesuaikan diri secara fleksibel dalam rangka keterlibatan dalam berbagai jabatan  sepanjang hidup mereka.[14]

Dengan terpenuhinya kebutuhan  kecakapan hidup tersebut diharapkan  akan mampu mempersiapkan generasi muda didalam menghadapi perubahan yang sangat cepat di abad ke-21 ini. Sehingga mereka mampu untuk menyesuaikan diri dari perubahan tersebut melalui pendidikan keterampilan dengan jalan mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi perannya dimasa yang akan datang

  • Implementasi Pendidikan Kecakapan Hidup ( Life Skill )
  1. Implementasi Pendidikan Kecakapan Hidup ( Life Skill )

Seperti halnya pengimplementasian  pembelajaran berbasis lainnya, pembelajaran berbasis kecapakan hidup ini diimplementasikan melalui model ; Kesatu, dengan mengintegrasikan pada setiap mata pelajaran. Pengimplementasian secara integratif pendidikan kecakapan hidup melekat dan terpadu dalam program-program kurikuler, kurikulum yang ada, dan atau mata pelajaran yang ada. Berbagai program kurikuler dan mata pelajaran yang ada seharusnya bermuatan atau berisi kecakapan hidup sehingga secara struktur tidak berdiri sendiri, artinya struktur yang ada akan saling terikat antara yang satu dengan yang lainnya.

Pendidikan kecapan hidup sudah menjadi kebijakan seiring dengan berlakunya standar isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang menjadi acuan daerah/sekolah dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) pada masing-masing tingkat jenjang pendidikan. Oleh sebab itu pengintegrasian pendidikan kecakapan  hidup ke dalam mata pelajaran harus mengacu kepada standar-standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah terutama yang menyangkut standar isi dan standar kompetensi yang yang menjadi acuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Dibawah ini disajikan analisis pengintegrasian Kecakapan Hidup dalam Muatan wajib yang ada pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.[15]

No Mata Pelajaran Tujuan Pendidikan Pengembangan Kecakapan Hidup
Kecakapan

Persoanal

Kecakapan

Sosial

Kecakapa

pan Akademik

Kecaka

pan Vocasional

1 Pendidikan Agama Membentuk peserta didik menjadi manusia beriman
2 PKN Membentuk peserta didik menjadi warga negara yang memiliki wawasan dan rasa kebersamaan  cinta tanah air  serta bersikap dan berprilaku demokratis
3 Bahasa Membentuk peserta didik mampu berkomunikasi secara efektif sesuai denga etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan
4 Matematika Mengembangkan model logika dan kemampuan berpikir peserta didik
6 IPS Mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan analisis peserta didik terhadap kondisis sosial masyarakat
7 Seni dan Budaya Membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya
8 Pendidikan Jasmani Olah Raga, dan Kesehatan Membentuk karakter peserta didik  agar sehat jasmani dan rohani , serta menumbuhkan rasa sportivitas
9 Ketrampilan bahasa Asing dan TIK Membentuk peserta didik yang memiliki keterampilan
10 Muatan Lokal Membentuk pemahaman terhadap potensi sesuai dengan ciri khas  di daerah tempat tinggalnya.
11 Pengembangan diri Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan dan minat , dan bakat.

Sumber Depdiknas 2008

        Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengimplementasia pendidikan kecapakan hidup secara terintegrati ini yaitu : Prinsif pelakasanaan pengembagan dan  penekanan program . Prinsif pengembangan kecakapan hidup dalam aktivitas pembelajaran banyak direkomendasikan oleh beberapa ahli diantarannya dari  Delor ( 1996 ) Pentingnya memasukan empat pilar pendidikan yang disarankan oleh UNESCO supaya lebih epektif dan berhasil dengan memasukkan kemampuan bagaimana seseorang belajar mengetahui,  belajar berbuat, belajar menjadi diri sendiri dan belajar untuk hidup bersaman .”order to impart essential skills effectively and successfully to the youth, Secondary Education must take into account the four pillars of education , i.e. learning to know, learning to do, learning to live and learning to be.”[16]  Dionisius ( 2008 ) Untuk mencapai upaya tersebut maka sistem activitas belajar harus dirubah dari TCL (teacher centered learning) ke aktifitas SCL (Student Centre Learning). Siswa harus lebih aktif dalam belajar melalui diskusi kelompok, pemecahan masalah, analisa, perbandingan dengan fakta lapangan, disamping itu perlu juga diperhatikan prinsip sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup tidak mengubah system pendidikan yang berlaku.
  2. Tidak mengubah kurikulum yang berlaku
  3. Belajar kontekstual dengan menggunakan potensi lingkungan sekitar sebagai wahana pendidikan dan mengarah kepada tercapainya hidup sehat dan berkualitas
  4. Memperluas wawasan dan pengetahuan serta memliki akses untuk memenuhi standar hidup secara layak[17]

Pengimplementasian pendidikan kecakapan hidup pada tiap tingkatan satuan pendidikan terdapat perbedaan penekanan hal ini berhubungan dengan tingkat perkembangan psikologis dan fisiologis tiap jenjang pendidikan .

Pertama: Pada Jenjang TK/SD/SMP lebih menekankan kepada kecakapan hidup umum (generic skill ), yaitu mencakup aspek kecakapan personal ( personal skill) dan  kecakapan sosial ( social skill ) dua kecakapan ini merupakan prasyarat yang harus diupayakan berlangsung pada jenjang ini. Kedua kecakapan ini penekanannya kepada pembentukan akhlak sebagai dasar pembentukan nilai-nilai dasar kebajikan ( basic  goodness ), seperti ; kejujuran, kebajikan, kepatuhan, keadilan, etos kerja, kepahlawanan, menjaga kebersihan , serta kemampuan bersosialisasi.

Untuk jenjang SMA lebih ditekankan pada kecapan akademik ( akademik skill ), yaitu kemampuan berpikir yang lebih diarahkan kepada kemampuan bersikap ilmiah, kritis, objekti dan transparan sehingga mempunyai kecakapan dalam hal  ; menidentifikasi variabel,  menjelaskan hubungan  suatu fenomena tertentu merumuskan hipotesis dan melaksanakan penelitian . Kemampuan ini  perlu dimiliki pada jenjang SMA karena mereka diproyeksikan untuk melanjutklan ke Perguruan Tinggi. Sedangkan untuk jenjang SMK penekan kecakapan hidup ditekankan kepada kecakapan kejuruan (vokasional skill ) karena mereka dipersiapkan untuk terjun langsung dilapangan yang sesuai dengan spesifikasi keahlian yang diajarkannya.

Berkaitan dengan hal itu, Pada jenjang SMA siswa dan siswi berasa pada masa remaja karena masa remaja merupakan masa yang penuh dengan permasalahan, sehingga pada masa ini sering disebut dengan masa storm and stress (badai dan tekanan). Keadaan remaja yang sedang berproses kearah pencarian dan pembentukan jati diri ini kerap menimbulkan konflik, hal itu akan terus terjadi karena adanya unsur ketidaksiapan seorang remaja dalam menghadapi permasalahan yang muncul, baik dari internal maupun eksternal remaja tersebut. Ketidaksiapan remaja dalam mengatasi persoalan hidup tentu saja akan berpengaruh negatif bagi perkembangan diri maupun lingkungan sekitarnya, misalnya; kehilangan orientasi tentang membangun masa depan, terjerumus ke dunia narkoba, minuman alkohol, pergaulan bebas, tawuran dan lain sebagainya.

Melihat kondisi remaja yang sangat rentan dengan konflik ini maka perlu adanya perhatian khusus bagi semua kalangan untuk lebih serius dalam melakukan pendekatan melalui program-program pendampingan dan pengembangan diri pada usia remaja. Pembatasan tentang usia remaja dari semua ahli kebanyakan hampir sama, yakni dari usia 12-23 tahun. Mesipun mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat variatif hal ini sangat berkaitan dengan kecakapan/kemampuan remaja dalam pemenuhan kapasitas diri sebagai sosok orang dewasa.[18]

Pendidikan kecakapan hidup merupakan kecakapan-kecakapan yang secara praktis dapat membekali seorang remaja dalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dan kehidupan. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan, sikap yang didalamnya termasuk fisik dan mental, serta kecakapan kejuruan yang berkaitan dengan pengembangan akhlak peserta didik sehingga mampu menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan.

Dikaitkan dengan pengembangan pendidikan kecakapan hidup pada remaja, jika diartikan secara luas Pendidikan kecakapan hidup ini dapat menyentuh aspek-aspek kehidupan remaja seperti :

  1. Aspek personal skill

Aspek ini menjangkau ruang pemahaman untuk mengenali diri (self awareness skill) sehingga diharapkan remaja mampu berpikir rasional dalam setiap menyelesaikan permasalahan yang dihadapi (thinking skill). Kecakapan mengenal diri pada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, sebagai anggota masyarakat dan warga negara, serta menyadari dan mensyukuri kelebihan juga kekurangan yang dimiliki. Dengan demikian maka kecakapan ini dapat menjadi modal dalam meningkatkan dirinya sebagai individu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kecapakan berpikir mencakup antara lain kecakapan mengenali dan menemukan informasi, mengolah, dan mengambil keputusan (making decision), serta memecahkan masalah (problem solving) secara kreatif.

  1. Aspek Sosial Skill

Merupakan aspek yang diperkuat untuk menjangkau sisi kehidupan bersosialisasi dengan lingkungan keluarga, teman sebaya, juga lingkungan masyarakat sekitar. Penguatan pada aspek ini dilakukan agar remaja dapat mengembangkan kemampuan berdialog dalam dunia pergaulan, sehingga memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik (communication skill) dan kemampuan bekerjasama dengan orang lain (collaboration skill).

  1. Aspek Akademik Skill dan Aspek Vokasional Skill

Secara konsep kedua aspek ini disebut sebagai Kecakapan spesipik (Specific Life Skill). Kedua aspek ini berkaitan langsung dengan penguasaan kemampuan keterampilan secara khusus bagi remaja dalam mengaktualisasikan diri, mengembangkan kemampuan untuk menguasai serta menyenangi jenis pekerjaan tertentu. Jenis pekerjaan tertentu ini bukan hanya merupakan pekerjaan utama yang akan ditekuni sebagai mata pencaharian, melainkan secara menyeluruh guna menjadi bekal untuk bersaing dalam kehidupan dunia kerja kedepan.

Selain beberapa aspek di atas, terdapat program-program pengembangan lainnya dapat berupa peningkatan kualitas mental seperti pendidikan kepemimpinan (leadership), komunikasi (public speaking), juga pelatihan-pelatihan kejuruan seperti komputer, kerajinan pertukangan, seni pahat/ukir, lukis, daur ulang bahan bekas (recycle) serta kreatifitas lain yang menunjang kehidupan remaja secara vokasinal. Jika empat aspek pengembangan kecakapan hidup diatas dapat dimiliki oleh seorang remaja maka dipastikan mereka dapat tumbuh dan berkembang secara layak serta memiliki kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi untuk mengatasinya.

Dari penekanan program ini terlihat bahwa untuk jenjang SD, SMP dan SMA lebih condong kepada penekanan kecapan yang sifatnya soft skill  yang meningkat kadarnya sesuai dengan peningkatan jenjang pendidikan, tapi bukan berarti untuk tingkatan ini tidak layak untuk  menekuni bidang kejuruan ( vocasional ) dan yang perlu diperhatikan mengintegrasikan aspek kecakapan hidup dalam topik materi tidak boleh dipaksakan.

Kedua, melalui kegiatan ekstrakurikuler.  Out put pendididkan akan lebih berhasil apabila selama proses pembelajaran siswa dilibatkan langsung secara nyata dengan permasalahan yang terjadi dilingkungannya, begitu juga dengan tujuan pencapaian pendidikan kecakapan hidup perlu ada action langsung siswa terhadapat lingkungan nyata di lapangan. Untuk memenuhi harapan tersebut kegiatan ekstrakurikuler merupakan wadah yang tepat. , selain dapat menutupi kekurangan dari pelaksanaan kurikuler yang banyak disorot lebih menitik beratkan kepada unsur kognetif juga siswa dapat langsung mengimplementasikan teori-teori dan prinsif tentang kecakapan hidup dalam kehidupan nyata. Dalam forum ini juga siswa dapat menanyakan apa saja tentang materi yang sedang dibahas , sementara guru, instruktur  dapat memberikan materi secara utuh tanpa harus mengintegrasikan pada pelajaran tertentu. Kegiatan ektrakurikuler yang berpotensi bisa dimasukan dalam pendidikan kecakapn hidup  antara lain : OSIS. Pramuka,kesenian, PMR, KIR dan pencinta alam.

Ketiga Sistem dikrit. Melalui model ini pelaksanaannya dapat berupa pengembangan program kecakapan hidup yang dikemas dan disajikan secara khusus kepada peserta didik. Penyajiannya dilakukan dengan menintegrasikan paket-paket diklat pravocasional dan program kecakapan vocasional bagi siswa SD,SMP, SMA baik dilaksanakan dilingkungan sekolah, BLK maupun di SMK yang telah dikembangkan menjadi comunity collage ( Parjono : 2002 ). Model ini membutuhkan persiapan yang matang, ongkos yang relatif besar, dan kesiapan sekolah yang baik. Selain itu, model ini memerlukan perencanaan yang baik agar tidak salah penerapan. Meskipun demikian, model ini dapat digunakan membentuk kecakapan hidup peserta didik secara komprehensif dan leluasa.

  1. Kemampuan guru dalam Pendidikan Kecakapan Hidup

Untuk mencapai tujuan pendidikan kecakapan hidup ini tidak akan lepas dari peran guru sebagai pelaksana kurikulum, fasilitator dan motivator bagi siswa melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga siswa memiliki bekal kompetensi untuk bekerja dan bermasyarakat dalam mengarungi kehidupan. Kurikulum sebagai petunjuk jalan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mata pelajaran sebagai kendaraan yang membawa peserta didik mencapai kompetensi tertentu dimana guru berperan sebagai sopir untuk mengantarkan peserta didik sampai ke tujuan pembelajaran sesuai standar kompetensi yang ditetapkan. Untuk itu  kreativitas guru dalam mengembangkan kecakapan hidup di dalam setting kelas sesuai dengan mata pelajaran yang di ampunya.sangat di perlukan.

Pendidikan kecakapan hidup bukanlah sesuatu yang baru dan karenanya juga bukan topik yang orisinil.  Yang benar-benar baru adalah bahwa kita mulai sadar dan berpikir bahwa relevansi antara pendidikan dengan kehidupan nyata perlu ditingkatkan intensitas dan efektivitasnya. Hal ini berarti proses pembelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah sebenarnya juga telah menumbuhkan kecakapan hidup namun ketercapaiannya masih sebatas sebagai efek pengiring (nurturant efect) yang secara otomatis terbentuk seiring terkuasainya subtansi mata pelajaran. Sementara itu berdasarkan konsep pendidikan berorientasi kecakapan hidup bahwa aspek-aspek kecakapan hidup harus sengaja dirancang untuk ditumbuhkan dalam kegiatan belajar. Perancangan dimulai dari penyusunan program pembelajaran, penyusunan satuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan sistem evaluasinya. Hal ini menuntut guru untuk melakukan reorientasi pembelajaran pada mata pelajaran yang diampunya guna mengembangkan kecakapan hidup.

Depdiknas (2006) Reorientasi pembelajaran dalam pengimplementasian pendidikan kecakapan hidup dalam kativitas pembelajaran perlu dilakukan, karena pendidikan kecakapan hidup bukan mata pelajaran sehingga dalam pelaksanaannya tidak perlu merubah kurikulum dan menciptakan pelajaran baru . Yang diperlukan disini adalah mereorientasikan pendidikan dari mata pelajaran ke orientasi pendidikan kecakapan hidup melalui pengintegrasian kegiatan-kegiatan yang prinsipnya membekali peserta didik terhadap kemampuan-kemampuan tertentu agar dapat diterapkan dalam kehidupan seharian pesera didik, Pemahaman ini memberi arti  bahwa mata pelajaran dipahami sebagi alat dan bukan tujuan untuk mengembangkan kecakapan hidup yang nantinya akan digunakan oleh peserta didik dalam menghadapi kehidupan nyata.[19]

Kemampuan mengorientasikan pembelajaran kecakapan hidup seorang guru harus mampu : Kesatu melakukan identifikasi unsur kecakapan hidup yang dikembangkan dalam kehidupan nyata  yang dituangkan dalam bentuk kegiatan pembelajaran, kedua melakukan identifikasi pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang mendukung kecakapan hidup, ketiga mengklasifikasikan dalam bentuk topik /tema dari mata pelajaran yang sesuai dengan kecakapan hidup , keempat menentukan metode pembelajaran yang cocok untuk mendukung pendidikan kecakapan hidup dan yang kelima merancang bentuk dan jenis evaluasi yang sesuai dengan kompetensi yang telah dirumuskan . Dengan kemampuan-kemampuan itu diharapkan seorang guru mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis kecapan hidup ini dengan baik dan benar. Pertanyaan mendasar, siapkan guru-guru dengan segala kreativitasnya  melakukan itu dan mencoba mengimplentasikan dalam seting-seting kelasnya dan seluruh instansi di lingkungan pendidikan  baik langsung atau tidak komitmen dalam mendukung program kecakapan hidup ini ? Kesadaran bersama inilah yang perlu dikaji bukan hanya tertuju kepada guru saja .

Meir (2005:41) Apalagi tugas pendidikan pada abad ke -21 ini adalah mempersiapkan orang untuk hidup  yang pasang surut , yaitu dunia tempat setiap orang harus mengerahkan seluruh kekuatan pikiran dan hati mereka sepenuhnya  dan bertindak  berdasarkan kreatifitas yang penuh kesadaran , bukan sesuatu yang mudah diramalkan dan tidak membutuhkan pikiran . Bukan menghasilkan  manusia fotocopy tapi tokoh orisinal yang mampu mengerahkan energi potensia dan menjanjikan. Untuk itulah bentuk inovasi pendidikan kecakapan hidup ini merupakan salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan  dalam memberikan  solusi mencapai tujuan tersebut  yang perlu diadopsi dan diimplementasikan di setiap jenjang pendidikan. [20]

Apabila hal ini dapat dicapai , diharapkan perdebatan para akhli selama ini  mengenai sejauh mana dunia pendidikan dapat diharapkan menjadi sarana persiapan siswa  memasuki dunia kerja atau menghasilkan siswa yang siap bekerja menemui titik terang. Dengan demikian ketergantungan terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan , yang berakibat  pada meningkatnya angka penggangguran , dapat diturunkan , yang berarti produktifitas nasional dapat meningkat secara bertahap. Hal tersebut sangat mungkin tercapai karena kebutuhan kecakapan individu (peserta didik) untuk hidup di dalam masyarakat sudah disiapkan selama siswa mengikuti pelajaran di ruang-ruang kelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Pendidikan kecakapan hidup ( life Skill education  ) merupakan suatu upaya mempersiapkan generasi muda sedini mungkin dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat sehingga mereka mampu untuk menyesuaikan diri dari perubahan tersebut melalui pendidikan keterampilan, dengan jalan mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi perannya dimasa yang akan datang.
  2. Kecakapan hidup (life skill) tidak hanya menyangkut kecakapan vocasional saja tapi meliputi kecapan mental dan fisik. Hal ini diperlukan agar generasi muda mampu untuk menyesuaikan diri dengan lingkunganya.
  3. Pengimplementasian pendidikan kecakapan hidup dalam aktivitas pembelajaran yaitu dengan mengintegrasikan kedalam mata-pelajaran yang ada pada muatan wajib kurikulum melalui reorientasi program mulai dari perencanaan, pelaksanan dan evalusi yang berorientasi kepada pendidikan kecakapan hidup.
  4. Pendidikan kecakapan hidup merupakan salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan  dalam  solusi mencapai tujuan pendidikan di abad ke-21  yang perlu diadopsi dan diimplementasikan di setiap jenjang pendidikan.

 

SARAN

  1. Setiap siswa harus menyadari bahwa ketika mereka sudah tidak mendapatkan ilmu dalam lingkungan formal maka mereka harus siap untuk terjun dalam lingkungan informal yang merupakan lingkungan nyata dalam mengaplikasikan ilmu yang mereka miliki. Untuk itu kesiapan siswa dalam hal ini, haruslah ditunjang dengan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada kehidupan nyata mereka nantinya. Bukan hanya sekedar teori yang kemudian akan sulit untuk para siswa praktekkan di lapangan.
  2. Pendidikan Kecakapan Hidup ini merupakan terobosan yang sangat bagus dalam dunia pendidikan. Untuk itu semua elemen yang ada dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat harus terlibat secara aktif maupun non aktif dalam menyukseskan penerapan Life Skill ini.

 

[1] Drs. H. Fuad Ihsan, dasar-Dasar Kependidikan. Rineka Cipta, 1997

[2] http://makalah-inovasipendidikan.blogspot.com/ diambil hari Rabu taggal 15 Oktober 2014.

[3] Slamet PH, Pendidikan Kecakapan Hidup, hlm, dalam www.depdiknas.go.id. diunduh tanggal 22 Oktober 2014.

[4] Depdiknas ( 2006 ) , Pengembangan Model Pendidikan Kecakapan Hidup Puskur Balitbang Depdiknas . www.puskur.net

[5] Depdiknas., Op. Cit., hlm. 10.

[6] Hidayanto, Belajar Keterampilan Berbasis Keterampilan Belajar, Dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, No. 037, (Jakarta: Balitbang Diknas, 2002), hlm. 562-574.

[7] http://aw-nashruddin.blogspot.com/2012/01/pendidikan-berorientasi-kecakapan-hidup.html JUMAT 17/10 JAM 18.40

[8] Departemen Agama RI, Al-‘Aliyy Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Bandung: Diponegoro, 2005, hlm. 251

[9] Ibid., hlm. 61.

[10] Depag., Pedoman Integrasi Life Skill Terhadap Pembelajaran, Jakarta: Dirjend Kelembagaan Agama Islam, 2005, hlm. 10.

[11] Slamet PH, Op. Cit., hlm. 552-559.

[12] UNESCO, Life skill http://portal.Unesco.org

[13] Depdiknas ( 2006 ) , Pengembangan Model Pendidikan Kecakapan Hidup Puskur Balitbang Depdiknas . www.puskur.net

[14] UNESCO, Ibid.

[15] Depdiknas ( 2008 ), Konsep Dasar Kecakapan Hidup, Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. http://www.mbs-sd.org

[16] Delor ( 1996 ), UNESCO, Life Skill, Educational Scondary Education. http://portal.Unesco.org

[17] Dionisaunus,Ir. ( 2008 ). Pengembangan Pembelajaran dengan Pendekatan Student Centered Learning (SCL). . http://www.jawapos.co.id/radar/index

[18] Sofyan S. Willis, Problema Remaja dan Pemecahannya, (Bandung: Angkasa, 1981), hlm. 16.

[19] Depdiknas ( 2006 ) , Pengembangan Model Pendidikan Kecakapan Hidup Puskur Balitbang Depdiknas . www.puskur.net

[20] Meir Dave, (2005 ) The Accelererated Learning ( Hand Book), Kaifa. Bandung

Untuk mendowload file lengkapnya silahkan klik tautan dibawah ini:

1. INOVASI PENDIDIKAN ISLAM cover pass

2. Inovasi Pendidikan Islam Berbasis Life Skill Pass

MEDIA PEMBELAJARAN PAI KURIKULUM 2013


Alhamdulillah sedikit demi sedikit media pembelajaran yang di sesuaikan dengan kurikulum 2013 sudah selesai di bahas.. mudah-mudahan media pembelajaran ini dapat membantu teman-teman guru mata pelajaran dalam mengajar dan berinovasi…

yang ingin mendownload media pembelajaran kurikulum 2013 ini silahkan klik tautan dibawah ini:

IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT final

PERAWATAN JENAZAH

untuk membuka file tersebut

silahkan masukkkan password: raravina

 


Inilah kegiatan Pesantren kilat yang diadakan di SMK PP Negeri Bima tahun Pelajaran 2014/2015

Kegiatan yang berlangsung dengan sangat meriah dan membuat kesan tersendiri di dalam hati setiap murid. dalam kegiatan Sanlat ini, panitia mengemasnya dalam berbagai kegiatan yang tujuannya agar setiap murid tidak merasa bosan dengan setiap kegiatan yang dilaksanakan, tetapi tetap dalam tujuan utamanya adalah menambah wawasan setiap murid dalam hal Puasa dan ibadah di bulan suci Ramadhan. adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah dalam bentuk lomba-lomba. diantaranya lomba hafalan ayat pendek, lomba ceramah agama, lomba puisi Islami, lomba adzan dan lomba peragaan busana Muslim. Alhamdulillah setiap kegiatan diikuti oleh murid dengan semangat walaupun dalam keadaan mengantuk, hal itu terbukti setiap lomba diikuti lebih dari 4 orang padahal panitia telah membatasi dengan peserta hanya 2 orang saja. berikut ini adalah gambar yang kami ambil dari kegiatan yang dilaksanakan.

1

Gambar : koordinator Kerohanian SMK PP Negeri Bima ( M. Amin Kutbi, S.Pd.I)

26a

Gambar 2 : Guru- Guru SMK PP Negeri Bima

2

Gambar 3: Laporan Panitia Pesantren Kilat 2014 ( Abd. Syukur, S.Pd.I)

3

Gambar 4 : Guru-Guru SMK PP Negeri Bima

4

Gambar 5 : Bapak Lukmanul hakim, S.Pt

5

gambar 6 : Ustadz Islahudin

6

Gambar 7: Bapak Abdul Hamid, S.Pt

7

 

Gambar 8 : Kegiatan Lomba adzan

 

8

Gambar 9: Kegiatan Loba Adzan

 

 

 10

 

Gambar 10 : Kegiatan Hafalan Ayat-ayat pendek

13

 

gambar 11 : Kegiatan Lomba Puisi Islami

 

 

 

 

15

gambar 12: Kegiatan Lomba Puisi Islami

16

gambar 13 : Seorang Ustadz muda ( ustazd Taufikurrahman) sedang memberikan materi kepada murid-murid

 

   21

Gambar 14: dengan penuhkekhusuaan para murid menyimak setiap apa yang disampaikan oleh penceramah

22

Gambar 15 : Merenungi setiap kesalahan yang kita miliki itulah salah satu rasa syukur kita

23

Gambar 16 : setiap kegiatan selalu diselingi dengan game-game menarik sehingga kegiatan tidak menjadi membosankan untuk diikuti oleh setiap murid

24

gambar 16 : Siswa sedang diajak mengikuti game.

25

Gambar 17: salah satu cara agar kita selalu bersyukur, bersujud setiap waktu….

Demikianlah kegiatan Pesantren Kilat yang dilaksanakan di SMK PP Negeri Bima tahun 2014, semoga di tahun-tahun berikutnya kegiatan ini dapat berlangsung lebih baik dan lebih meriah….. Wassalammualaikum..

CONTOH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF


Sejak dulu guru Pendidikan Agama Islam dipandang sebelah mata dalam hal teknologi. Hal ini disebabkan minimnya guru Pendidikan Agama Islam yang mampu untuk menguasai teknologi bahkan melakukan inovasi dalam bidang Teknologi. Setiap pembelajaran selalu dilakukan dengan menggunakan metode Tradisional yang pada kenyataannya sudak tidak layak menjadi metode dalam pembelajaran interaktif. Pada zaman sekarang Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dituntut untuk mampu menguasai Teknologi sehingga dapat memenuhi tuntutan zaman dunia pendidikan yang selalu menginginkan adanya inovasi dalam setiap pembelajaran. Siswa sudah selayaknya mendapatkan sesuatu yang lebih, bukan sekedar duduk dan mendengarkan sehingga kadang-kadang membuat siswa tidak betah di dalam kelas.

Memang tidak mudah untuk melakukan semua itu, apalagi apabila kita mengingkan agar siswa betah berada bersama kita di dalam kelas. Untuk itulah kami guru Pendidikan Agama Islam di SMK PP Negeri Bima mencoba melakukan inovasi melalu media pembelajaran Interaktif yang menyenangkan dan membuat siswa insya allah selalu menantikan kami di dalam kelas tanpa ada paksaaan. Media interaktif ini diharapkan mampu menjawab tuntutan zaman dunia pendidikan khususnya bagi guru-guru Pendidikan Agama Islam yang kian hari kian menjadi sorotan…

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua Amin…

Media Pembelajaran Interaktif…

untuk membuat media pembelajaran ini sangat mudah, anda bisa memanfaatkan aplikasi Powerpoint yang tersedia dari Microsoft Office. Klik START – All Program – Microsoft Office – PowerPoint, Setelah PPt terbuka kemudian pilihlah menu view pada menu bar, selanjutnya anda klik Slide Master..

maka akan terbuka tampilan slide Master seperti dibawah ini:

23

 

 

kemudian pada slide awal anda bisa menambahkan cover yang bisa anda desain sendiri atau seperti cover di bawah ini

tinggal anda copy n paste saja.

1. Cover awal

powerpoint cash

 

 

setelah anda melakukannya maka secara otomatis semua slide akan memiliki tampilan sama dari awal sampai akhir

2. Slide 2 Judul Materi Pembelajaran

Anda Bisa memasukkan Judul Mata Pelajaran pada Slide ke 2 ini

powerpoint cash2

 

 

 

Slide 3 dan seterusnya anda tinggal memasukkan SK/KD, Indikator, Materi, Soal, Latihan, Profile dan semua hal yang anda inginkan untuk ditampilkan.yang terpenting buatlah media yang dapat membuat siswa tertarik tetapi tidak bingung dengan apa yang kita berikan…

powerpoint cash3

 

 

 

Sekian tulisan dari saya mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, khususnya guru Pendidikan Agama Islam menuju peningkatan mutu pendidikan yang intelektual Islami, dengan mengandalkan teknologi kita mampu membangun generasi Islami yang dapat bersaing dalam membangun bangsa ini.. amin

 

 

 


BAB 5

 HUKUM ISLAM TENTANG MUAMALAH    

Standar Kompetensi :

  1. Memahami hukum Islam tentang muamalah.

Kompetensi Dasar   :  

3.1.  Menjelaskan  asas-asas transaksi ekonomi dalam Islam

3.2.  Memberikan contoh transaksi ekonomi dalam Islam

3.3.  Menerapkan  transaksi ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari

    TARTILAN

Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.

  1. a.    Q.S. An Nisa’ 29

b.    Q.S. Al Maidah

 c.    Q.S. An Nisa : 5

IFTITAH

Manusia dijadikan Allah SWT sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia harus berusaha mencari karunia Allah yang ada dimuka bumi ini sebagai sumber ekonomi.

Dalam membangun sebuah negara tidak akan lepas dari dari kegiatan-kegiatan ekonomi di masyarakat. Jalannya roda ekonomi dan hubungan sosial sangat erat kaitannya dengan kemajuan ekonomi suatu masyarakat. Sebagai seorang muslim tentu harus memahami ketentuan dan hukum-hukum transaksi ekonomi  yang sesuai dengan kententuan syariat Islam.

MATERI POKOK

  1. A.   Pengertian Muamalah

Manusia dijadikan Allah SWT sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia harus berusaha mencari karunia Allah yang ada dimuka bumi ini sebagai sumber ekonomi. Allah SWT berfirman :

Artinya : “Dan Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qoshosh : 77)

Muamalah dalam ilmu ekomi Islam memiliki makna hukum yang bertalian dengan harta, hak milik, perjanjian,jual beli, utang piutang, sewa menyewa, pinam-meminjam dan semacamnya. Juga hukum yang mengatur keuangan serta segala hal yang merupakan hubungan manusia dengan sesamanya, baik secara individu maupun masyarakat. Tujuannya adalah agar tercapai suatu kehidupan yang tentram, damai, bahagia dan sejahtera. Adapun transaksi-transaksi ekonomi dalam Islam tersebut antara lain :

  1. JUAL BELI

Jual beli dalam bahasa arab terdiri dari dua kata yang mengandung makna berlawanan yaitu al-bai’ yang artinya jual dan asy-syira’a yang artinya beli. Menurut istilah hukum syara, jual beli ialah menukar suatu barang/uang dengan barang yang lain dengan cara aqad (ijab/qobul). Di zaman yang modern seperti sekarang ini transaksi jual beli dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti lewat internet, telpon dan lain sebagainya. Demikian juga sistem pembayarannya bisa lewat cek, surat berharga dan  semacamnya. Allah swt berfirman :

 

Artinya : “Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”, (Al-Baqoroh :275)

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (An-Nisa :29)

 

Rasulullah saw bersabda :

أَفْضَلُ الْكَسْبِ عَمَلَ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُوْرٌ (رواه احمد )

Artinya : ” Perolehan yang paling afdhal adalah hasil karya tangan seseorang dan jual beli yang mabrur”. (HR. Ahmad)

 

 

Rukun Jual Beli

  1. a.    Penjual dan pembeli

Syarat keduanya :

Berakal dan dapat membedakan (memilih).

Dengan kehendak sendiri (bukan dipaksa).

Keadaannya tidak mubadzir

Perilaku atau sikap yang harus dimiliki oleh penjual dan pembeli

1)   Berlaku Benar (Lurus)

Berperilaku benar merupakan ruh keimanan dan ciri utama orang yang beriman. Sebaliknya, dusta merupakan perilaku orang munafik. Seorang muslim dituntut untuk berlaku benar, seperti dalam jual beli, baik dari segi promosi barang atau penetapan harganya. Oleh karena itu, salah satu karakter pedagang yang terpenting dan diridhai Allah adalah berlaku benar.

Dusta dalam berdagang sangat dicela terlebih jika diiringi sumpah atas nama Allah SWT Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya sebagai berikut: “Empat macam manusia yang dimurkai Allah, yaitu penjual yang suka bersumpah, orang miskin yang congkak, orang tua renta yang berzina, dan pemimpin yang zalim.”(HR Nasai dan Ibnu Hibban)

2)   Menepati Amanat

Menepati amanat merupakan sifat yang sangat terpuji. Yang dimaksud amanat adalah mengembalikan hak apa saja kepada pemiliknya. Orang yang tidak melaksanakan amanat dalam Islam sangat dicela.

Hal-hal yang harus disampaikan ketika berdagang adalah penjual atau pedagang menjelaskan ciri-ciri, kualitas, dan harga barang dagangannya kepada pembeli tanpa melebih-lebihkannya. Hal itu dimaksudkan agar pembeli tidak merasa tertipu dan dirugikan.

3)   Jujur

Selain benar dan memegang amanat, seorang pedagang harus berlaku jujur. Kejujuran merupakan salah satu modal yang sangat penting dalam jual beli karena kejujuran akan menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat merugikan salah satu pihak. Sikap jujur dalam hal timbangan, ukuran kualitas, dan kuantitas barang yang diperjual belikan adalah perintah Allah SWT. Firman Allah :

Artinya : Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.” (QS Al A’raf : 85)

Sikap jujur pedagang dapat dicontohkan seperti dengan menjelaskan cacat barang dagangan, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui. Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya :

“Muslim itu adalah saudara muslim, tidak boleh seorang muslim apabila ia berdagang dengan saudaranya dan menemukan cacat, kecuali diterangkannya.”

Lawan sifat jujur adalah menipu atau curang, seperti mengurangi takaran, timbangan, kualitas, kuantitas, atau menonjolkan keunggulan barang tetapi menyembunyikan cacatnya. Hadis lain meriwayatkan dari umar bin khattab r.a berkata seorang lelaki mengadu kepada rasulullah SAW sebagai berikut “ katakanlah kepada si penjual, jangan menipu! Maka sejak itu apabila dia melakukan jual beli, selalu diingatkannya jangan menipu.”(HR Muslim)

4)   Khiar

Khiar artinya boleh memilih satu diantara dua yaitu meneruskan kesepakatan (akad) jual beli atau mengurungkannya (menarik kembali atau tidak jadi melakukan transaksi jual beli). Ada tiga macam khiar yaitu sebagai berikut.

* ) Khiar Majelis adalah si pembeli an penjual boleh memilih antara meneruskan akad jual beli atau mengurungkannya selama keduanya masih tetap ditempat jual beli. Khiar majelis ini berlaku pada semua macam jual beli.

*) Khiar Syarat adalah suatu pilihan antara meneruskan atau mengurungkan jual beli setelah mempertimbangkan satu atau dua hari. Setelah hari yang ditentukan tiba, maka jual beli harus ditegaskan untuk dilanjutkan atau diurungkan. Masa khiar syarat selambat-lambatnya tiga hari

*) Khiar Aib (cacat) adalah si pembeli boleh mengembalikan barang yang dibelinya, apabila barang tersebut diketahui ada cacatnya. Kecacatan itu sudah ada sebelumnya, namun tidak diketahui oleh si penjual maupun si pembeli. Hadis nabi Muhammad SAW. Yang artinya : “Jika dua orang laki-laki mengadakan jual beli, maka masing-masing boleh melakukan khiar selama mereka belum berpisah dan mereka masih berkumpul, atau salah satu melakukan khiar, kemudian mereka sepakat dengan khiar tersebut, maka jual beli yang demikian itu sah.” (HR Mutafaqun alaih)

 

  1. b.    Uang dan benda yang di beli

Syaratnya :

Suci, barang najis tidak syah di jual belikan.

Madzhab Hanafi memperbolehkan menjual kotoran/tinja atau sampah untuk keperluan perkebuan. Demikian pula barang najis boleh diperjual belikan asal untuk dimanfaatkan bukan untuk di makan. Hal ini berdasar hadits Rasulullah saw, yang pada suatu hari Rasullullah saw, lewat dan menemukan bangkai kambing milik Maemunah kemudian beliau bersabda :” Mengapa kalian tidak mengambil kulitnya, kemudian kalian samak dan dapat kalian manfaatkan? Kemudian para sahabat berkata: Wahai Rasulullah, kambing itu sudah mati dan menjadi bangkai. Rasulullah saw, menjawab: Sesungguhnya yang di-haramkan hanya memakannnya”. (Fiqih Sunah 12 hal. 54)

Ada manfaatnya

Keadaan barang itu dapat diserah terimakan, tidak syah menjual barang yang tidak dapat diserah terimakan.

Keadaan barang milik si penjual, atau kepunyaan yang diwakilinya atau yang menguasakannya.

Barang itu diketahui oleh si penjual dan pembeli, tentang zat, bentuk, kadar (ukuran) dan sifat-sifatnya.

 

  1. c.    Lafal (Ijab dan Qobul).

Ijab adalah perkataan untuk menjual atau transaksi menyerahkan, misalnya saya menjual mobil ini dengan harga 25 juta rupiah. Kabul adalah ucapan si pembeli sebagai jawaban dari perkataan si penjual, misalnya saya membeli mobil ini dengan harga 25 juta rupiah. Sebelum akad terjadi, biasanya telah terjadi proses tawar menawar terlebih dulu.

Pernyataan ijab kabul tidak harus menggunakan kata-kata khusus. Yang diperlukan ijab kabul adalah saling rela (ridha) yang direalisasikan dalam bentuk kata-kata. Contohnya, aku jual, aku berikan, aku beli, aku ambil, dan aku terima. Ijab kabul jual beli juga sah dilakukan dalam bentuk tulisan dengan sarat bahwa kedua belah pihak berjauhan tempat, atau orang yang melakukan transaksi itu diwakilkan. Di zaman modern saat ini, jual beli dilakukan dengan cara memesan lewat telepon. Jula beli seperti itu sah saja, apabila si pemesan sudah tahu pasti kualitas barang pesanannya dan mempunyai keyakinan tidak ada unsur penipuan.

.

Macam-Macam Jual Beli

  1.          a.    Jual beli kontan, artinya serah terima barang dan dibayar dengan uang kontan.
  2.          b.    Jual beli dengan tukar menukar barang. Misalnya : hasil tambang ditukar dengan bahan jadi.
  3.          c.    Jual beli sistem tempo, artinya begitu harga telah disepakati dan barang telah dikirim baru pembayaran dilakukan atau beberapa hari setelah barang diterima baru diadakan pembayaran.

   

Jual Beli Yang Dilarang Agama

  1.          a.    Membeli barang dengan harga yang lebih mahal dari harga pasar sedang ia tidak ingin kepada barang itu, tetapi semata-mata supaya orang lain tidak dapat membeli barang tersebut.
  2.          b.    Membeli barang untuk di tahan agar dapat di jual dengan harga yang lebih mahal, sedang mayarakat umum sangat membutuhkan barang tersebut.
  3.          c.    Menjual suatu barang untuk menjadi alat maksiat.
  4.          d.    Jual beli yang dapat menimbulkan kericuhan baik dari fihak pembeli dan penjual-nya.  Seperti barang yang jelek ditutupi dengan barang yang baik.
  5.          e.    Membeli barang yang sudah di beli orang lain yang masih dalam keadaan khiyar.

  

Manfaat Jual Beli

  1.         a.    Agar manusia saling tolong menolong antara satu dengan lainnya  untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  2.         b.    Manusia dituntut untuk selalu berhubungan dengan yang lain karena tak ada seorangpun yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
  3.         c.    Untuk memperluas hubungan antar desa, kota bahkan antar negara sehingga dapat diperoleh pemerataan ekonomi.
  4.         d.    Untuk menumbuhkan kreatifitas manusia agar dapat menghasilkan dan mempro-duksi barang-barang yang dapat dipergunakan untuk kemaslahatan manusia.

 

  1. MENGHINDARI RIBA
    1. a.    Arti Riba.

Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar . Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Menurut istilah fiqh riba ialah tambahan pembayaran yang disyaratkan bagi salah seorang dari dua orang yang melakukan transaksi tanpa ada ganti rugi atau imbalan Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam. Misalnya : Si  A  meminjamkan uang Rp.100.000,- pada si B. Saat pengembalian si B harus membayar Rp. 120.000,-

 

  1. b.    Hukum Riba.

Riba hukumnya haram dan dilarang oleh Allah swt. Adapun dasar hukumnya adalah sebagai berikut :

–    Pernyataan Allah swt, Tentang Riba.

Artinya : “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah”. (Al-Baqoroh : 276)

 

–    Larangan Menggunakan Hasil Riba.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu  orang-orang yang beriman”.(Al-Baqoroh : 278)

–    Riba Sebagai Harta Yang Tak Ada Berkahnya.

 

 

Artinya : “Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar bertambah pada harta  manusia maka riba itu tidak menambah disisi Allah. (Ar-Rum : 39)

 

–    Sangsi Riba Meliputi Semua Fihak Yang Terlibat

 

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م. : أَكِلَ الرِّبَا وَمُوَكِّلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ : هُمْ سَوَاءٌ (رواه المسلم)

Artinya : ” Rasulullah melaknat orang  yang memakan riba, yang  mewakilinya,  penulisnya,  dan  kedua  saksinya dan Rasul berkata : mereka semua berdosa”. (HR. Muslim)

 

–    Larangan Allah Tentang Riba.

 

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu  memakan  harta  riba  dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapatkan keberuntungan”. (Ali-Imron : 130).

  1. c.    Macam-macam Riba.

1)    Riba Fadli, yaitu tukar  menukar  dua barang sejenis tetapi tidak  sama  ukurannya.  Misalnya : 1 gram emas di tukar dengan 1,5 gram emas,  1 kambing besar di tukar dengan 1 kambing kecil.

2)    Riba Qordli, yaitu meminjamkan barang  dengan  syarat ada keuntungan bagi yang meminjamkan. Misalnya: utang Rp. 25.000,- saat mengembalikan harus ditambah 10% menjadi Rp. 27.500,-.

3)    Riba Nasi’ah, yaitu tambahan yang disyaratkan dari 2 orang yang mengutangi sebagai imbalan atas penangguhan (penundaan) utangnya. Misalnya : Si  A  meminjam uang  Rp. 100.000,- kepada  Si B dengan  perjanjian waktu satu bulan setelah jatuh tempo si B belum dapat mengembalikan, maka si B harus  mengembalikan  Rp. 125.000,-.

4)    Riba Yad, yaitu riba dengan sebab perpisah dari tempat aqad jual beli sebelum  serah  terima  antara penjual dan pembeli. Misalnya: Seorang membeli 1 kwintal beras, setelah dibayar si penjual langsung pergi sedang berasnya belum di timbang  apakah pas atau kurang.

d.   Sebab-sebab diharamkannya Riba.

1)    Dapat menimbulkan exploitasi (pemerasan) oleh pemegang modal besar (kaya) kepada orang  yang terdesak ekonominya.

2)    Dapat menciptakan dan mempertajam jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.

3)    Dapat menimbulkan sifat rakus dan tamak yang mengakibatkan orang tidak mampu bertambah  berat bebannya.

4)    Dapat memutuskan tali persaudaraan terhadap sesama muslim karena menghi-langkan rasa tolong-menolong

  1. B.   Asas-Asas Kerja Sama Ekonomi (Syirkah) Dalam Islam

Syirkah, menurut bahasa, adalah ikhthilath (berbaur). Adapun menurut istilah syirkah (kongsi) ialah perserikatan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang didorong oleh kesadaran untuk meraih keuntungan. Para ahli fiqih sepakat bahwa syirkah atau perseroan ialah perjanjian antara dua orang atau lebih untuk menjalankan suatu usaha dengan tujuan untuk mencari keuntungan bersama Terkadang syirkah ini terbentuk tanpa disengaja, misalnya berkaitan dengan harta warisan. (Fathul Bari V: 129).

Allah swt berfirman:

 

 

Artinya “Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zhalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih; dan amat sedikitlah mereka ini.” (QS Shaad: 24).

Dari Saib ra bahwa ia berkata kepada Nabi saw, “Engkau pernah menjadi kongsiku pada (zaman) jahiliyah, (ketika itu) engkau adalah kongsiku yang paling baik. Engkau tidak menyelisihku, dan tidak berbantah-bantahan denganku.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 1853 dan Ibnu Majah II: 768 no: 2287)

1.   Rukun Syirkah.

  1. Sighot (lafal aqad) atau surat perjanjian.
  2. Orang yang berserikat.
  3. Pokok (modal) yang disepakati.

2.   Syarat Syirkah

  1.                 a.    Sighot lafal, yaitu kalimat aqad  perjanjian dengan syarat mengandung arti  izin untuk membelanjakan barang syarikat. Contoh: Ijab: “Kita bersyarikat pada barang ini dan saya izinkan engkau menjalankannya”. Qobul : ” Saya terima seperti apa yang engkau katakan tadi”. Dalam kehidupan modern lafal tersebut dengan menggunakan perjanjian yang disaksikan dengan akte notaris.
  2.                 b.    Orang (anggota) yang bersyarikat harus memenuhi syarat : sehat akal, baligh, merdeka, tidak dipaksa.
  3.                 c.    Pokok modal yang disepakati, disyaratkan :

v  Modal berupa uang atau barang yang dapat ditimbang atau ditakar.

v  Modal hendaklah dapat digabungkan sebelum aqad sehingga tidak dapat dibedakan lagi.

v  Modal tidak harus sama tetapi menurut permufakatan orang yang berserikat.

  1. Bentuk-bentuk syarikat harta dalam kehidupan modern :
    1.                 a.    Firma (Fa)
    2.                 b.    Comanditere Veenootchaap (CV)
    3.                 c.    Perseroan terbatas (PT)
    4.                 d.    Koperasi

Ada beberapa bentuk syirkah :

a)    Syarikat Harta (Syirkatul Inan)

Syarikat harta atau syirkah inan  ialah aqad kerja sama antara dua orang atau  lebih  dalam  permodalan untuk melakukan suatu usaha (bisnis) atas dasar membagi untung dan rugi (profit and Loss sharing) sesuai dengan besar kecilnya modal. Perhatikan firman Allah swt, dalam hadits qudsi sebagai berikut :

قَوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللهُ تَعَالَى أَنَا ثَالِثُ الشَّرِيْكَيْنِ مَالَمْ يَخُنْ اَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ فَإِذَا خَانَهُ خَرَجْتُ مِنْ بَيْنِهِمَا  (رواه ابو داود والحاكم)

Artinya :”Rasulullah saw., bersabda : Allah swt, berfirman  : ‘Aku adalah fihak ketiga dari dua orang yang berserikat  selama salah seorang diantaranya tidak  menghianati yang lain. Jika salah satu berkhianat, maka Aku keluar dari mereka”. (HR. Abu Daud dan Hakim)

b)    Syarikat Kerja.

Syarikat kerja adalah bentuk kerjasama antara dua orang atau lebih yang bergerak dalam usaha memberikan pelayanan kepada masyarakat (bidang jasa). Hukum syarikat kerja sebagian ulama mengatakan syah. Faedah syarikat kerja antara lain : untuk memajukan kesejahteraan rakyat dan jalan yang baik untuk menguatkan hubungan antar bangsa. Adapun macam-macam Syarikat Kerja itu antara lain :

1)    Qirod (Mudharabah), yaitu pemberian modal dari seseorang kepada orang lain untuk berdagang sedang keuntungan dibagi antara keduanya menurut perjanjian. Qirod pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw, ketika  beliau memperdagangkan modal Siti Khodijah. Dalam kehidupan modern sekarang ini pemberi dan penerima modal dapat  berupa Bank.

Rukun Qirod :

  1.                         a.    Modal, bisa berupa uang atau barang
  2.                         b.    Pekerjaan, bisa dagang atau sejenisnya
  3.                         c.    Ada ketentuan pembagian keuntunngan
  4.                         d.    Ada yang memberi modal ada yang menjalankan modal
  5.                         e.    Atas dasar suka rela

2)    Musaqoh (Paroan Kebun)

Musaqoh ialah kerja sama antara pemilik kebun dengan pemelihara kebun dengan perjanjian bagi hasil (production sharring) menurut kesepakatan bersama. Rasulullah saw, bersabda : Artinya : “Sesungguhnya Nabi Muhammad saw, telah menyerahkan kebun beliau kepada penduduk Khaibar agar dipelihara oleh mereka dengan  perjanjian mereka akan diberi sebagian dari penghasilannya baik buah-buahan atau hasil tanaman  (palawija). (HR. Muslim)

 

3)    Muzaro’ah dan Mukhobaroh.Yaitu kerja sama antara pemilik tanah (sawah)  dengan penggarap tanah (sawah) dengan perjanjian bagi hasil menurut kesepakatan bersama. Apabila benihnya dari pemilik tanah disebut Mukhobaroh, sedang apabila benihnya dari penggarap tanah (sawah) disebut Muzaroah. Dari keduanya yang wajib mengeluarkan  zakat yang mempunyai benih.

  1. C.   Perbankan Syari’ah

1.   Pengertian Bank.

Bank ialah suatu lembaga yang mengatur peredaran uang dengan sistem administrasi  tertentu. Bank itu ada yang milik negara dan milik swasta. Adapun jenis-jenis Bank adalah sebagai berikut :

  1. Bank Sentral, yaitu bank Indonesia yang mempunyai hak membuat dan mengedarkan uang sehingga menjadi pusat pengawasan semua bank.
  2. Bank Umum, yaitu  bank  yang  pengumpulan  dananya  menerima  simpanan  atau memberikan kridit. Misalnya : BPD, BNI, BRI, Bank Mandiri dan lain-lain.
  3. Bank Pembangunan, yaitu bank yang pengumpulan dananya menerima  simpanan  atau  memberikan kredit untuk pembangunan. Misalnya : BPD, BPI dan lain-lain.

Sedangkan menurut pemiliknya bank dibedakan menjadi :

1)    Bank Pemerintah, seperti : BRI, BNI, BTN dan lain-lainnya.

2)    Bank Swasta, yaitu bank yang didirikan swasta atas izin menteri Keuangan.  Misalnya :  BCA,  BAPAS dan lain-lain. Bank  Asing, yaitu bank yang dikelola oleh orang asing atas izin menteri Keuangan dengan pertimbangan Bank  Indonesia. Misalnya : Bangkok Bank, City Bank, Singapore Bank dll.

3)    Bank Islam, yaitu bank yang pengelolaanya berdasarkan syariat Islam dan di dirikan oleh orang Islam.  Seperti : BMI, BMT, Bank Syaria’ah Mandiri dan lain-lain.

4)    Bank Koperasi, yaitu koperasi yang menjalankan usaha atas izin  Menkeu  dengan pertimbangan BI.

  1. Fungsi Bank.
  1. Sebagai sentral penyediaan dan peredaran uang.
  2. Sebagai pusat pengawasan dan pengendali inflasi.
  3. Sebagai tempat menyimpan uang (menabung).
  4. Sebagai tempat penukaran mata uang.
  5. Sebagai tempat pengiriman dan pembayaran uang.
  6. Khusus bank Islam berfungsi sebagai mana tersebut di atas juga dapat meng-hilangkan sistem bunga.
  1. 4.    Pendapat Ulama Tentang Hukum Perbankkan.
    1. Bank itu hukumnya mubah, alasanya karena bank itu di suatu negara  keberadaan-nya sangat dibutuhkan dan tidak bisa ditiadakan. Jadi sangat bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat dan bangsa.
    2. Bank itu hukumnya haram, alasannya karena setiap transaksi bank terdapat unsur bunga.
    3. Bank hukumnya subhat (samar), tentang halal dan haramnya, alasannya karena satu segi bank sangat dibutuhkan dalam  perekonomian  masyarakat, bangsa dan  negara disisi  lain setiap transaksi  bank terdapat unsur bunga (riba) sehingga tidak jelas halal dan haramnya.
    4. 5.    Bank Syari’ah

Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional

Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel islam, karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar, mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967, dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Bank-bank ini, yang tidak memungut maupun menerima bunga, sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung.

Masih di negara yang sama, pada tahun 1971, Nasir Social bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama maupun syariat islam.

Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam, walaupun utamanya bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. IDB menyediakan jasa finansial berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah islam.

Dibelahan negara lain pada kurun 1970-an, sejumlah bank berbasis islam kemudian muncul. Di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975), Faisal Islamic Bank of Sudan (1977), Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979). Dia AsiaPasifik, Phillipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 berdasarkan dekrit presiden, dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji.

Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia. Berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. [1].Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan.

Hingga tahun 2007 terdapat 3 institusi bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah. Sementara itu bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah adalah 19 bank diantaranya merupakan bank besar seperti Bank Negara Indonesia (Persero) dan Bank Rakyat Indonesia (Persero).

Sistem syariah juga telah digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat, saat ini telah berkembang 104 BPR Syariah.

 

Prinsip perbankan syariah

Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.

Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain :

  • Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan.
  • Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.
  • Islam tidak memperbolehkan “menghasilkan uang dari uang”. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik.
  • Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak diperkenankan. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.
  • Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah.

Produk perbankan syariah

Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain:

Jasa untuk peminjam dana

  • Mudhorobah, adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan, kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan.
  • Musyarokah (Joint Venture), konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint venture. Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan
  • Murobahah , yakni penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank, dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. Besarnya angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga pokok ditambah margin yang disepakati. Contoh:harga rumah, 500 juta, margin bank/keuntungan bank 100 jt, maka yang dibayar nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang disepakati diawal antara Bank dan Nasabah.
  • Takaful (asuransi islam)
  • Wadi’ah (jasa penitipan), adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. Dengan sistem wadiah Bank tidak berkewajiban, namun diperbolehkan, untuk memberikan bonus kepada nasabah.
  • Deposito Mudhorobah, nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun waktu yang tertentu. Keuntungan dari investasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu.

Jasa untuk penyimpan dana

  1. 6.    ASURANSI

Asuransi ialah jaminan atau pertanggungan yang diberikan oleh penanggung (perusahaan asuransi) kepada tertanggung untuk resiko kerugian sesuai dengan yang ditetapkan dalam surat perjanjian (polis) bila terjadi kecelakaan atau kematian dan tertanggung membayar premi setiap bulan sebanyak yang di tentukan kepada penanggung. Asuransi pada masa Rasulullah saw, belum dikenal sehingga termasuk  masalah ijtihadiyah. Ada 4 kelompok yang  memandang asuransi  yaitu : mengharamkan, membolehkan, membolehkan asuransi  yang bersifat sosial mengharamkan asuransi yang bersifat komersial, meragukan (termasuk subhat). Hal yang menjadi pokok perselisihan adalah :

a. adanya unsur gharar (ketidak pastian)

b. adanya unsur maisir (untung-untungan)

c. adanya unsur riba.

Penjelasan :

  1. Gharar (ketidak pastian) jumlah yang harus dibayarkan oleh tertanggung (pemegang polis) karena kematian dan kecelakaan tidak dapat diketahui dengan pasti kapan datangnya. Padahal aqad dalam Islam yang di syariatkan harus ada kejelasan. Misalnya untuk menolong dan dana klaim (dana pembayaran resiko) bagi peserta yang kena musibah/meninggal harus dijelaskan dari mana diambilkan.
  2. Adannya unsur maisir (untung-untungan), artinya peserta yang mengundurkan diri sebelum masa jatuh temponya habis, biasanya uang yang sudah dibayarkan  dianggap hangus, kalaupun ada hanya sebagian kecil, inilah yang disebut maisir (untung-untungan).Dalam asuransi yang Islami unsur maisir harus dihilangkan sehingga peserta yang mengundurkan diri  dapat mengambil  premi yang sudah dibayarkan walaupun harus dipotong untuk dana tabaru’ (tolong-menolong).
  3. Adanya unsur riba, artinya dalam pemutaran uang premi yang telah diterima perusahaan asuransi, biasanya dengan cara membungakan uang, maka muncullah unsur riba. Dalam asuransi yang islami praktek riba harus dihilangkan. Pemutaran uang premi boleh  dilakukan  namun dengan  perhitungan keuntungan atas dasar bagi hasil (syirkah harta).

Macam-macam Asuransi.

  1. Asuransi Jiwa, yaitu jaminan yang diberikan kepada peserta asuransi apabila mendapat kecelakaan yang menghilangkan jiwa berupa sejumlah uang yang telah ditetapkan.
  2. Asuransi Bea Siswa, yaitu jaminan yang diberikan kepada  peserta asuransi apabila anak yang di asuransikan akan menempu pendidikan yang lebih tinggi (SMA atau PT).
  3. Asuransi Jaminan Hari Tua, yaitu jaminan yang diberikan kepada peserta asuransi setelah masa tuanya atau umur yang ditentukan
  4. Asuransi BarangYaitu jaminan yang diberikan kepada peserta asuransi apabila barang yang di asuransikan  mengalami kerusakan (kebakaran, tabrakan dan lain-lain).

Manfaat Asuransi.

Ada beberapa manfaat dari beberapa asuransi yang telah dijelakan diatas :

  1. Asuransi jiwa, memberi bantuan kepada keluarga yang mendapatkan musibah.
  2. Asuransi  bea siswa, memberikan jaminan kepada putranya untuk melanjutkan studi ke jenjang yanglebih  tinggi.
  3. Asuransi jaminan hari tua, memberikan bantuan pada hari tua,  sehingga lebih terjamin.
  4. Asuransi barang, memberikan ganti rugi barang tersebut apabila terjadi kerusakan/ kecelakaan.

Asuransi Islam

Saat ini berkembang banyak perusahan Asuransi Islam, apakah perbedaan antara perusahaan Asuransi Islam ini dengan perusahaan asuransi yang lainnya?

Menurut  Prof. Dr. Husein Husein Syahatah,Guru Besar Ekonomi Islam di Universitas al-Azhar Terdapat beberapa perbedaan yang mendasar antara Asuransi Islam dan Asuransi Komersial-Konvensional , diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. a.    Asuransi Islam berdiri atas dasar kerjasama dan tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Dalilnya Firman Allah:” Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. al-Maidah:2), dan hadits Nabi Saw.: “Perumpaman orang mukmin dalam kasih sayang mereka seperti satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh itu merasa sakit maka seluruh anggota tubuh itu akan ikut merasakannya.”
  2. b.    Sedangkan Asuransi Komersial berdiri atas dasar keuntungan bagi perusahaan, dan hal ini terlihat pada perbedaan antara kompensasi yang diberikan bagi buruh dengan yang diberikan bagi orang yang ditimpa kecelakaan/musibah.
  3. c.    Asuransi Islam bukan bertujuan untuk menghasilkan untung bagi perusahaan, akan tetapi keuntungan dibagikan kepada nasabah sesuai dengan kadar saham mereka.
  4. d.    Akad Asuransi Komersial mengandung unsur penipuan dan ketidaktahuan, dan hal inilah yang tidak dibolehkan dalam syari’at Islam, sedangkan Asuransi Islam sebaliknya berdiri atas dasar tolong menolong/kerjasama dan solidaritas, dan inilah yang disyari’atkan dalam Islam.
  5. e.    Perusahaan Asuransi Islam menginvestasikan kelebihan harta berdasarkan bentuk/sistem investasi dalam Islam. Sedangkan perusahaan Asuransi Komersial-Konvensional berdasarkan riba yang diharamkan Islam.

Dari beberapa perbedaan di atas jelaslah bahwa akad Asuransi Islam diatur oleh   hukum-hukum dan prinsip-prinsip syari’at Islam, sementara itu akad asuransi Komersial diatur berdasarkan undang-undang perniagaan dan riba.

Saat ini beberapa perusahaan Asuransi Komersial-Konvensional telah mulai berpindah ke sistem Asuransi Islam, dan sejumlah asuransi seperti ini juga telah mulai dibentuk di banyak negara di Eropa dan Amerika.

Dan muncul juga semacam kesadaran yang besar di kalangan dunia Arab dan Islam dalam lapangan Asuransi Islam ini, buktinya baru-baru ini telah terbentuk sejumlah perusahaan-perusahaan Asuransi Islam. Bahkan di beberapa negara Islam ada yang seluruh sistem asuransinya menerapkan sistem Asuransi Islam, seperti yang terjadi saat ini di Sudan.

 

RANGKUMAN

  1. jual beli ialah menukar suatu barang/uang dengan barang yang lain dengan cara aqad (ijab/qobul)

riba ialah tambahan pembayaran yang disyaratkan bagi salah seorang dari dua orang yang melakukan transaksi tanpa ada ganti rugi atau imbalan. Adapun bentuk riba adalah Riba Fadli, Riba Qordli, Riba Yad dan Riba Nasi’ah.

  1. syirkah atau perseroan ialah perjanjian antara dua orang atau lebih untuk menjalankan suatu usaha dengan tujuan untuk mencari keuntungan bersama.
  2. Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam.
  3. Asuransi Islam berdiri atas dasar kerjasama dan tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

Kamus Istilah

  1. muamalah                         = hubungan antara manusia yang berkaitan dengan hak dan harta yang

muncul dalam transaksi

  1. khiyar                    = boleh memilih antara dua, meneruskan akad atau mengurungkan

dalam jualbeli

  1. syirkah(kongsi)     = perseroan atau bersekutuan yang terdiri atas dua orang atau lebih
  2. gharar                    = ketidak pastian
  3. wadi’ah                  = jasa penitipan
  4. maisir                    = untung-untungan
  5. subhat (samar)     = tidak jelas halal dan haramnya

PERNIK-PERNIK

Penilaian (Imtihan)

Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang ( x ).

  1. Membeli barang yang dilarang agama ialah  ….
    1. lebih murah dari harga pasaran
    2. sesuai harga yang tertera pada label
    3. lebih mahal dari harga pasaran
    4. mendapat diskon
    5. sama dengan harga pasaran
  1. Tersebut di bawah ini adalah salah satu dari manfaat jual beli :
    1. agar manusia saling tolong menolong
    2. agar mendapat laba yang berlebihan
    3. memberi kesempatan kepada orang yang banyak uangnya
    4. agar semua kebutuhan tercukupi
    5. menumbuhkan pola hidup konsumtif
  2. Tersebut di bawah ini yang termasuk rukun jual beli adalah :
    1. berakal
    2. kelebihan barang
    3. punya harta
    4. mendatangkan keuntungan
    5. mempunyai barang walaupun cacat
  3. Tersebut di bawah ini yang termasuk contoh dari macam-macam jual beli ialah :
    1. Monopoli
    2. sistem calo
    3. sistem angsuran
    4. satu pintu
    5. sistem tempo
  4. Tersebur di bawah ini contoh jual beli yang terlarang/bathil adalah ….

A. jual beli minuman keras (khamar)

B. penjual dan pembeli tidak mengucapkan ijab dan kabul

C. nilai tukar barang yang dijual, menggunakan kartu kredit

D. penjual dan pembeli tidak berada dalam satu tempat

5. nilai tukar barang yang dijual bukan berupa uang, tetapi berupa barang Riba bila dilakukan atas dasar suka sama suka, maka hukumnya adalah ……

    1. tetap haram
    2. sunah
    3. halal
    4. makruh
    5. mubah
  1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat.
  1. Meminjamkan  barang dengan syarat ada keuntungan bagi yang meminjamkan disebut dengan ………………………..
  2. Perjanjian antara dua orang atau lebih untuk menjalankan suatu usaha disebut …………..
  3. Keberadaan Bank  di suatu  negara  sangat  dibutuhkan  hingga  tidak bisa di tiadakan, karena kemanfaatannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan alasan tersebut maka maka hukum perbankan adalah …………………….
  4. Transaksi jual beli dalam era modern seperti sekarang ini  kita bisa memanfaatkan tehnologi informasi  antara lain seperti …………..
  5. Laranga Allah swt, tentang riba terdapat dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat ………….
  6. Rukun syirkah yaitu sighat, orang yang berserikat dan ……………………………
  7. Kerja sama antara pemilik kebun dengan pemelihara kebun dengan perjanjian bagi hasil (production sharring) menurut kesepakatan bersama dinamakan ………………….
  1. Uraikan jawablah dari pertanyaan-pertanyaan berikut.
  1. Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan riba diharamkan dalam ajaran Islam!
  2. Jelaskan perbedaan antara muzaroah dan mukhobaroh!

TUGAS INDIVIDU

Isilah kolom-kolom di bawah ini :
Perbedaan-perbedaan antara bank syari’ah dan bank konvesional

N0.

Bank Syari’ah

Bank Konvesional

1.

2.

3.

4.

5.

TUGAS KELOMPOK

  1. Bank itu di suatu negara  keberadaannya sangat dibutuhkan dan tidak bisa ditiadakan. Diskusikan dengan temanmu, bagaimana agar dalam meggerakkan roda ekonomi suatu Negara sesuai dengan syariat Islam.
  2. Disebuah supermarket, ada seorang pedagang dan pembeli sedang bertransaksi. Ketika seorang pembeli sedang memilih barang yang akan dibelinya si penjual menawarkan kepada orang lain dengan harga yang lebih mahal. Bagaimana pendapatmu.

PORTO FOLIO

Carilah artikel di internet yang berhubungan dengan perbankkan menurut syariat Islam.

KAIFA

Susunlah huruf berikut hingga menjadi kalimat yang bermakna!

  1. U-M-A-M- A- L-H-A          = ____________________________________________
  2. Y-I-A-H-S-K-R                  = ____________________________________________
  3. Q-I-O-H-R-D                     = ____________________________________________
  4. R-M-I-S-I-A                       = ____________________________________________
  5. H-N-A-I-A-S                      = ____________________________________________
  6. M-A-O-A-H-U-R-Z                        = ____________________________________________
  7. M-H-K-O- A-O-H-U-B-R  = ____________________________________________
  8. S-G-O-T-I-H                     = ____________________________________________
  9. A-L-I-F-D                           = ____________________________________________
  10. S-H-T-U-A-B                     = ____________________________________________

Lebih lengkapnya silahkan download di sini  AYAT-AYAT ALQUR’AN TENTANG MUAMALAH

CONTOH RPP KURIKULUM 2013 SMK KELAS X


ini merupakan contoh cara membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di kelas. dalam RPP ini dituangkan semua materi yang akan di ajarkan. bukan saja Rencana. sehingga diharapkan dalam menyampaikan materi setiap guru tidak terlalu keluar dari rencana yang telah disusun…

silahkan kelik tautan ini:

Contoh RPP SMA Kls X.Aspek Akhlaq kur 2013

MATERI PAI Berlomba-lomba dalam Kebaikan QS. Al-Baqarah 148


Berikut kami berikan contoh media pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa-siswi anda..

adapun media pembelajarannya menggunakan video yang diambil dari program powerpoint..tampilannya lebih meyakinkan untuk anak mengaksesnya di jejaring sosial…

silahkan klik link dibawah ini untuk mndownload

Berlomba-lomba dalam kebaikan


Setiap Materi membutuhkan suatu media dalam penyampaiannya.terlebih lagi pelajaran Pendidikan Agama Islam yang terkadang dianggap sebagai pelajaran membosankan oleh para siswa. hal ini tidak dapat dipungkiri karena strategi pembelajaran dalam Pelajaran Pendidikan AGama Islam sering menganut metode klasik yaitu guru menerangkan siswa mendengar dari awal samapai akhir. untuk itulah perlu di uapayakan suatu Media Pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk betah di kelas dan aktif dalam mengikuti pelajaran. Mudah-mudahan dengan Media yang ada ini bisa memberikan semangat baru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

bagi temen-temen yang ingin mendownload silahkan klik saja link dibawah ini:

Media Pembelajaran Agama Islam SMK XI 2013

1.Kompetisidlmkebaikandanmenyantuniduafa_1

2.Anjuranmenyantunikaumduafa

3.ImanKepadaRasulAllah

4.PerilakuSifatygterpuji

5.HukumIslamtentangMuamalah

6.TarikhdanKebudayaanIslam

7.Menjagakelestarianlingkungan

8.ImanKepadaKitab-kitabAllah

9.Perilakuterpuji

10.perilakutercela

11.PerawatanJenazah

12.Khutbahtabligdandakwah

13.PerkembanganIslamPadaMasaModern


 

Pengajuan NUPTK baru secara online mulai tanggal 24 juni 2013 telah di buka oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu yang di bantu oleh Pangkalan Data Penjaminan Mutu (PADAMU) Pendidikan. Setelah beberapa hari lalu ramai di bicarakan masalah padamu negeri tentang Verifikasi dan Validasi NUPTK 2013  serta cara Pengisian EDS Secara Online bagi pegawai yang telah mempunyai NUPTK, kabar bahagia baru datang bagi guru yang belum mempunyai NUPTK.

Besarnya manfaat dari NUPTK ini menjadikan Nomor ini menjadi hal yang wajib di miliki oleh tenaga kependidikan. Sebelum mengajukan, terlebih dahulu PTK harus memenuhi syarat untuk melengkapi Data NUPTK.

Syarat Pengajuan NUPTK 2013

  1. Bertugas sebagai Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas pada jenjang TK,SD, SMP, SLB, SMA, dan SMK di sekolah dalam binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Memiliki status kepegawaian PNS/CPNS maupun Non PNS. 
  2. Bagi PTK yang Non PNS harus memenuhi syarat: Bila bertugas di sekolah negeri dibuktikan dengan SK pengangkatan dari Bupati/Walikota.
  3. Bila bertugas di sekolah swasta memiliki SK pengangkatan guru tetap yayasan (GTY) selama 4 tahun berturut-turut (terhitung mulai 1 Januari 2009) yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan.

Cara Pendaftaran Online NUPTK Baru 2013 Padamu Negeri

 

PTK Bersangkutan mendownload
Formulir A05 Untuk Guru di http://padamu.kemdikbud.go.id/statik/pdf/formulir-a05.pdf 
Formulir A06 Untuk Pengawas di  http://padamu.kemdikbud.go.id/statik/pdf/formulir-a06.pdf

Jika anda adalah seorang guru, isi Formulir A05 yang telah di download dan meminta tanda tangan, Stempel dari sekolah tempat anda mengabdi,  serta lengkapi berkas persyaratan, kemudian serahkan ke operator/admin sekolah.
Jika anda adalah seorang pengawas, lengkapi Formulir A06 yang telah di download dan juga meminta tanda tangan dan stempel Kepala Dinas Penerbit SK Pengawas. Kemudian di serahkan ke admin Disdik Kabupaten / Kota.
Untuk Guru, setelah data di terima oleh admin sekolah, OPS masuk ke padamu.siap.web.id kemudian masuk ke akun sekolah dan klik pengajuan NUPTK.
Isi data guru sesuai dengan formulir yang diberikan oleh PTK.
Cetak Tanda Bukti Registrasi Lv1 (Surat S02c) kemudian di serahkan ke PTK yang bersangkutan.
Pada Tanda Bukti Registrasi Lv1 (Surat S02c) Terdapat User Id dan kode aktivasi. Masuk di http://aktivasi.siap.web.id/  untuk mengaktifkan akun anda di PADAMU NEGERI.

Agar status NUPTK Anda menjadi PERMANEN AKTIF  Melengkapai Formulir Isian EDS PTK secara online di padamu.siap.web.id dan login sebagai PTK dengan melakukan :
1. Melengkapi Data Rinci NUPTK secara online
2. Mengisi Evaluasi Diri Sekolah Secara Online
4. Mencetak Lembar Pengajuan VerVal NUPTK Level 2
5. Menerima Cetak Tanda Bukti VerVal NUPTK Level 2
Seluruh proses tersebut dilaksanakan secara mandiri melalui internet

Setelah PTK Mencetak Pengajuan VerVal Registrasi Lv2 (Surat S03a), Serahkan kembali surat tersebut ke admin sekolah dan menunggu proses dan menerima tanda bukti registrasi PTK Lv2 (surat S05a).

Untuk Lebih jelasnya alur pengajuan NUPTK baru seperti gambar di atas.

Sekian Cara Pengajuan Online NUPTK Baru 2013 Padamu Negeri, semoga NUPTK yang di nanti – nanti bisa cepat untuk keluar dan langsung mendapat tunjangan .

Title : Cara Pengajuan Online NUPTK Baru 2013 Padamu Negeri
Posted by : Candra Wiranata
Published : 2013-06-25T10:58:00+08:00
Rating : 4.9
Reviewer : 100 ReviewsTerimakasih banyak karena sobat telah membaca artikel Cara Pengajuan Online NUPTK Baru 2013 Padamu Negeri. Sobat bisa bookmark halaman ini dengan URL http://www.candrawira.com/2013/06/cara-pengajuan-online-nuptk-baru-2013.html. Jika ingin memposting ulang artikel ini harap untuk mencantumkan link sumber.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.